Peristiwa

MGMP Fisika Gasing Sangat Penting

          Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, H. Nurdin H. Mansyur, SH,mengatakan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika, sangat penting untuk memajukan mutu pendidikan yang berdaya saing.

          

Menurutnya, kemampuan siswa di Kota Bima, khusus mata pelajaran Fisika masih rendah. Oleh karena itu,melalui MGMP fisika gampang, asik, dan menyenangkan (Gasing) sangat mendukung percepatan kemajuan mutu.

          Nurdin menyadari kesukaan siswa terhadap mata pelajaran eksakta seperti fisika, matematika, dan kimia masih di bawah rata-rata. Namun, dengan metode Gasing itu diharapkan bisa mendongkrak minat siswa untuk gemar eksakta.

          Diakuinya, sejak dahulu hingga saat ini, pelajaran fisika menjadi momok bagi siswa. Diharapkannya, guru fisika bisa merubah pola dan strategi agar siswa bisa mencintai pelajaran fisika. “Dari jaman saya sekolah hingga sekarang saya yakin fisika, matematika, dan kimia masih dibenci siswa. Jadi, ini kerjakeras bagi kita semua agar eksakta bisa dicintai,” ujar Nurdin saat pembukaan MGMP Fisika Gasing di MAN 2 Kota Bima, Sabtu (17/3) lalu.

          Diingatkannya, terhadap 30 guru perwakilan SMA/SMK/MA se-Kota Bima yang mengikuti kegiatan itu, bisa mengaplikasikan dengan baik pada sekolah masing-masing. Agar tidak ada lagi anggapan jika pelajaran fisika menjadi momok yang menakutkan dalam pelajaran.

          Dia juga meminta, pihak penyelenggara untuk tidak hanya melaksanakan kegiatan itu sekali saja, tetapiberkesinambungan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima akan mendukungnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

          Narasumber MGMP, Qomarul Huda, S.Si, mengaku, memang benar pelajaran fisika merupakan momok yang menakutkan. Namun, melalui metode Gasing, diyakininya, kesukaan siswa terhadap salahsatu matapelajaran tertentu akan berpindah.

          Menurutnya, pembelajaran fisika yang membosankan, karena berhubungan dengan angka dan rumus,memerlukan strategi dan pola pengajaran yang berwarna. Hal itu ada dalam metode Gasing.

          Pembina Fisika Gasing Olimpiade Internasional itu, meyakini jika guru fisika pascamengikuti MGMP, bisa merubah kesukaan siswa terhadap fisika menjadi lebih banyak dengan menerapkan metode Gasing.

          Diharapkannya, metode Gasing bisa merata pada seluruh sekolah/madrasah di Kota Bima dalam rangka meningkatkan mutu dan pemahaman siswa terhadap fisika.

          Ketua MGMP Fisika Gasing, Bambang Setiawan, M.Pd, berjanji ke depan akan terus menyelenggarakan kegiatan yang sama. Jika saat ini pihaknya baru menyelenggarakan untuk tingkat SMA/SMK/MA, kemungkinan tahun selanjutnya bisa menyelenggarakan untuk guru SMP/MTS. (BE.18)

Ruang Kelas Rusak,  Keselamatan Siswa Terancam

(Foto//Nas// bagian pondasi bangunan kelas SDN Inpres 1 Risa tampak keropos akibat diguncang gempa 2009 silam)

Bima, Bimeks.-

       Hingga kini, dua ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Risa 1 Kecamatan Woha Kabupaten Bima, rusak parah setelah diguncang gempa bumi tahun 2009 silam. Akibatnya, keselamatan jiwa siswa dan guru setempat, terancam saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

       Wakil Kepala SDN Inpres 1 Risa, Arsyad Ismail, mendesak pemerintah daerah segera memerhatikan kondisi bangunan sekolah setempat. Masalahnya, jika dibiarkan seperti itu dikuatirkan akan menimbulkan korban jiwa. Tidak hanya bagian dinding kelas yang retak, pondasi bangunan juga tampak keropos. “Setiap saat melaksanakan KBM, kami selalu kuatir, karena bagiamana pun keselamatan siswa merupakan bagian dari tanggung jawab kami,” katanya.

       Diakuinya, ruangan kelas yang rusak merupakan bagian dari lokal  bangunan tahun 2005 lalu yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, seketika rusak setelah diguncang gempa. Tidak hanya dinding bangunan, bagian atap dalam (plafon) juga sudah keropos, sebagian sudah jatuh. “Mungkin fisik bangunan juga kurang berkualitas sehingga mudah rusak setelah diguncang gempa,” katanya.

       Dikatakannya, sekolah setempat sebenarnya sudah beberapakali mengajukan permohonan bantuan anggaran rehab kepada pemerintah daerah dan pusat, hanya saja tak kunjung direspon. “Mudah-mudahan kondisi ini segera diperhatikan oleh pemerintah, masalahnya kondisi ini taruhan jiwa siswa dan guru,” katanya. (BE.17)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top