Hukum & Kriminal

Wanita ini Di-bully karena Statusnya Dinilai Menghina Warga Kota Bima

Inilah status yang ditulis Rahma, Selasa pagi yang menimbulkan kemarahan warga.

Kota Bima, Bimakini.-  Selain berita banjir bandang dengan seabrek aktivitas kemanusiaan untuk membantu rakyat Kota Bima yang masih menderita, muncul screen shot sebuah status seorang wanita dengan akun bernama Rahma Ningsih yang membuat heboh media sosial. Status yang dinilai tidak pantas ini, segera saja menjadi viral dan di-bully oleh ribuan pengguna medsos.

Bimakini.com belum memperoleh informasi lengkap mengenai identitas pemilik akun dengan postingan heboh itu. Tetapi berdasarkan tulisan sejumlah akun yang mengaku kenal dengan Raham, bahwa dia adalah ajudan istri Wali Kota Bima, Hj Yani Marlina. Dalam keterangan tentang dirinya di akun Facebook, dia berasal dari Bima dan pernah kuliah di Universitas Mataram.

Status yang dinilai sangat melukai rakyat Kota Bima yang sedang menderita akibat banjir bandang tersebut ditulis dalam Bahasa Bima atau Nggahi Mbojo.  Status itu langsung menjadi bulan-bulanan dan dibagi sampai ribuan kali. Komentar yang muncul pun beragam dengan jumlahnya juga sampai ribuan kali. Menjadi status banyak netizen dan benar-benar heboh. Umumnya komentar yang muncul adalah makian dan menyesalkan ada ajudan istri seorang Wali Kota, yang bisa bersikap tidak empati dan melecehkan banyak orang dengan kata-kata yang tidak sopan.

Rahma terkesan tidak suka pemerintah Kota Bima dikritik karena dianggap lamban dalam menangani rakyat yang menderita akibat terjangan banjir bandang. ”Ingatlah kebaikan pemerintah selama ini, jangan karena bencana ini sehingga tidak ada lagi sisi baiknya,” tulis Rahma dalam Bahasa Bima.

Selain kutipan itu, ada kata lain yang dinilai menyinggung dan melecehkan sehingga menimbulkan kemarahan. Rahma menulis dengan Bahasa Bima yang sangat kasar yang ditutup dengan tanda pagar (tagar) #loatalalaodarasakolahna# (pintar bicara padahal tidak sekolah).

Pemilik akun dengan nama Mukhtar Mbozo langsung merespon postingan Rahma dengan ancaman akan melaporkan ke Polisi. Dalam statusnya Mukhtar Mbozo menulis: ”Kami dari Lksa Lpepm Bima hari ini akan melaporkan secara Resmi ke Polres Bima. Ini,orang,tidak,punya,nurani.” Di bawah statusnya, Mukhtar menyertakan screen shot status heboh itu sebagai bukti.

Bimakini.com sempat menelusuri akun atas nama Rahma Ningsih dan tidak lagi menemukan status heboh itu. Tetapi para netizen yang marah, terus mempertanyakan dan menyerangnya dengan menampilkan  screen shot pada komentar-komentar di bawah status lain Rahma. Rahma sendiri tidak merespon atas serangan itu.

Karena derasnya serangan netizen dan tjdak tahan di-bully ramai-ramai, Rahma sempat menjawab dengan status baru yang isinya permintaan maaf dan mengaku khilaf atas postingannya yang menghebohkan itu. Status permintaan maaf Rahma yang sudah beredar di Facebook dan juga menjadi viral.

Permintaan maaf Rahma Ningsih.

Permintaan maaf ini rupanya direaksi beragam oleh netizen, tetapi pemilik akun dengan nama Rijal Fauzi dengan lapang dada menerima. Bahkan dia sempat menuliskan kisah seorang pengemis buta yang setiap hari memaki-maki Rasulullah, nabi Muhammad SAW. Padahal, setiap hari yang menyuapi dan memberinya makan adalah orang yang dia maki-maki. Dia baru sadar ketika Rasul meninggal, tidak ada lagi yang datang menyuapinya. Suatu hari ketika datang Abubabar sahabat nabi yang menyuapinya, sang pengemis buta menolak karena bukan orang yang biasa menyuapinya. Abubakar kemudian bercerita bahwa orang yang biasa menyuap dirinya sudah meninggal dan dialah Rasul yang setiap hari dia maki-maki. Inti ceritanya, perlu ada keesaran jiwa untuk memaafkan setiap kekhilafan.

Saat berita ini ditulis, akun atas nama Rahma Ningsih sudah tidak lagi dtemukan di Facebook. Rupanya dia menyadari akan kekeliruannya dan ketidakmampuannya dalam mengendalikan sikap di media sosial, sehingga memutuskan untuk menutup akunnya setelah memosting permintaan maaf.

‘Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh… kepada seluruh teman fb saya, saya mohon maaf atas postingan saya tadi pagi, itu benar benar saya khilaf, maafkan saya kalau saya udah lancang menulis semua itu, demiallah hanya tidak sadar kalau postingan saya akan melukai teman-teman fb semuanya.. sekali lagi saya mohon maaf dari ujung kaki sampai ujung rambut pada semua teman teman fb lebih khusus untuk saudara saudara ku yang ada di kota bima dan kabupaten bima dan jga kakanda saya Muchtar Mbozo. saya sangat menyesal atas semua, sekali lagi mohon saya dimaafkan..” tulisnya.

Di bawah statusnya ini pun, netizen masih marah-marah dan terus mem-bully seperti yang ditulis pemilik akun Mey Nurmaya. (BK.27)

 

Share
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11

Komentar

To Top