Peristiwa

“Apa Jadinya kalau Aparat TNI tidak Hadir”

TNI yang terlibat membersihkan sejumlah sekolah.

Kota Bima, Bimakini.- Peran aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlumpur bersama warga, membersihkan tumpukan sampah dan lumpur pascabanjir bandang Rabu dan Jumat Desember 2016 lalu, patut diapresiasi. Mereka tidak ada rasa sungkan dan lelah membantu warga membenahi tumpukan sampah, meski aroma busuk menusuk hidung.

Apakah di lorong perkampungan, selokan, sekolah, rumah dan perkantoran, semua ditangani secara sigap. Lalu apa tanggapan  masyarakat Kota Bima?

“Sebagai warga yang terkena musibah, sangat bersyukur atas peran TNI berjuang bersama warga membersihkan lingkungan,” puji warga Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat, Senin (9/1).

Aparat TNI, katanya, bukan saja memelopori tugas kemanusiaan, tetapi juga berlumur lumpur hingga sampah berbau busuk. Bahkan, ketika warga korban banjir sudah kelelahan, mereka datang menyemangati.

“Apa jadinya kalau aparat TNI tidak hadir di lapangan, mungkin sampah dan lumpur akan sulit tertangani warga. Apalagi, warga tidak bisa saling membantu karena sama- sama merasakan musibah,” ujarnya.

Hal senada di Kemukakan warga Kelurahan Lewirato, Adnan dan Kelurahan Penaraga, Suryadi. Mereka menilai perjuangan aparat TNI luar biasa. Ada pasukan alat berat, bus pengangkut sampah, dan pasukan kerja, dan lainnya. Semua meringankan beban masyarakat tertimpa musibah.

“Warga Kota Bima bersyukur pada pimpinan TNI yang bergerak cepat menangani Kota Bima pascabanjir bandang,” kata Suryadin yang diiyakan warga lainnya.

Mereka keliling kampung, sekolah, dan kantor. Mereka mengawali di jalan besar hingga ke lorong-lorong. Dia berharap lembaga lain juga harus mencontoh kinerja kemanusiaan TNI. “Semoga amal baik aparat TNI dibalas oleh Allah,” katanya. (BK23)

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

To Top