Pemerintahan

Pedagang Pasar Sila Audiensi dengan Camat

Suasana saat pertemuan pedagang pasar Sila dengan Camat Bolo, Senin siang.

Bima, Bimakini.- Sejumlah pedagang Pasar Sila beraudiensi dengan Camat Bolo, Mardinah, SH, di aula kantor kecamatan setempat, Senin (09/01/2016). Mereka meminta Camat Bolo agar memfasilitasi pertemuan antara CV Embun Pagi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima untuk bertemu pelaku pasar dengan rentang waktu tiga hari ke depan.

Saat itu hadir Camat Bolo, Sekcam, Kasi Pemerintahan, pedagang Pasar Sila. Selain itu, Ketua Pemuda, M Nur Ikraman, SE, yang ditunjuk sebagai perwakilan.

M Nur Ikraman mengatakan, kehadirannya saat itu berdasarkan permintaan para pelaku pasar untuk meminta n Camat Bolo memfasilitasi pertemuan. Tujuannya untuk mengelarifikasi keterlambatan revitalisasi 26 unit toko dengan anggaran senilai Rp1,2 milliar bersumber dari APBD tahun 2016.

Katanya, CV Embun Pagi telah melanggar kesepakatan bersama pelaku pasar, hal itu terbukti sesuai janji pekerjaan selama 120 hari. Akan tetapi, limit waktu tersebut sudah dilanggar dan berakibat fatal bagi pelaku pasar. “Untuk itu kami minta kepada Camat Bolo agar bisa memfasilitasi keinginan kami, bagaimana pelaksana revitalisasi dan Disperindag hadir di tengah kita untuk memertanggungjawabkan janjinya,” katanya.

“Kalau hal itu tidak bisa diindahkan, maka halal hukumnya bagi kami untuk berdemontrasi dengan cara kami sendiri,” isyaratnya.

Yusran, tukang emas pada toko Rizki mengatakan, kehadiran ingin bertemu langsung dengan pemerintah kecamatan, terutama memertanyakan penyelesaian pekerjaan tersebut. Pekerjaan itu tidak berjalan sesuai kesepakatan awal, seperti yang disosialisasikan pemerintah dan pelaksana proyek.

“Sesuai komitmen awal, kita dipindahkan hanya selama tiga bulan. Kenyataanya sekarang sudah memasuki empat bulan, itu pun kondisi pasar bagian belakang belum apa-apa. Kapan selesainya?,” ujarnya.

Diakuinya, imbas dari keterlambatan revitalisasi ini, sangat merugikan pelaku pasar. Sekarang, contohnya pindah di emperan rumah Agus Hakim dengan nilai sewa Rp1,5 juta per bulan. Belum lagi ditambah kurangnya pendapatan, karena sudah pindah tempat. Kondisi itu memicu melemahnya pendapatan sekarang ini. Apalagi, setiap bulan dihadapkan pembayaran angsuran bank. “Sekarang nasib kita ibarat sudah jatuh ketimpa tangga,” gambarnya.

Bagaimana reaksi Camat Bolo, Mardianah, SH? Dia meminta pedagang agar bersabar dalam beberapa waktu ini, karena pekerjaan itu belum diketahuinya lebih jelas. Akan tetapi, aspirasi seluruh pelaku pasar tetap disampaikan kepada dinas terkait dan akan berkoordinasi dengan pelaksana proyek.

“Intinya secepatnya kita akan memanggil pelaksana proyek untuk menjawab semua masalah yang dihadapi pelaku pasar sekarang,” janjinya. (BK36)

Like
LikeLoveHahaWowSadAngry

Komentar

To Top