Hukum & Kriminal

Perang Risa-Dadibou, Meluas hingga Wilayah Donggobolo

Aparat berhasil mengamankan dua senjata api rakitan.

Bima, Bimakini. –  Perang antara kelompok warga Desa Risa dan Desa Dadibou Kecamatan Woha, berlanjut hingga menjelang Magrib, Rabu (11/1/2017). Itupun setelah aparat keamanan kembali memukul mundur, hingga kembali ke kampung masing-masing.

Pantauan Bimakini, kedua kelompok warga saling serang di areal persawahan perbatasan dua desa. Tidak puas bentrok di wilayah sendiri, mereka pun masuk wilayah persawahan Desa Donggobolo untuk saling serang.

Beruntung saat itu tidak ada respon dari masyarakat Desa Donggobolo. Warga Donggobolo hanya berjaga – jaga diujung desanya supaya tidak masuk ke perkampungan.

“Saya menghimbau kepada seluruh warga saya agar tidak masuk diarea persawahan, apalagi berada di perbatasan wilayah Desa, Karena ini bukan persoalan orang Donggobolo,” kata Kepala Desa Donggobolo, Tolhab S.Sos sambil memerintahkan warganya untuk mundur.

Kapolres Bima AKBP M. Eka Fathurrahman, SH, SIK, mengatakan setelah dibubarkan, mereka kembali saling serang diareal pegungungan. Bahkan terus bergeser ke areal persawahan Desa Donggobolo.

“Bentrokan kali ini terus melebar, pasalnya mereka bikin kelompok dan tempat supaya bisa saling serang,”  ujarnya.

Pihaknya berhasil mengamankan dua pucuk senjata rakitan yang ditinggalkan saat dibubarkan polisi. Selain itu juga berhasil mengamankan puluhan anak panah.

“Dua senjata ini disita langsung dari warga saat saling serang, anak buah saya mengejar beberapa orang yang menggunakan senjata,” katanya di Donggibolo.

Pantauan Bimakini, bentrok melibatkan warga Desa Risa dan Dadibou, berhasil diredam puluhan aparat Kepolisian dipimpin langsung Kapolres ABKP M. Eka Fathurrahman, SH, SIK sekitar pukul 16 30 WITA. Namun mereka kembali saling serang menggunakan senjata api dan panah di atas pegunungan perbatasan Dusun Doro Lopi dan Dusun Minte.

Sekitar pukul 17.00 WITA, kelompok warga Dadibou kembali melakukan penyerangan ke arah Desa Risa bagian timur. Beberapa warga Risa pun terlihat bertahan di areal persawahan, namun tidak terjadi kontak senjata.

Polisi yang baru turun dari mobil langsung masuk area perasawahan untuk membubarkan paksa.  Jelang magrib, Polisi terus memukul mundur kelompok warga Dadibou dan Risa. Hingga kini penjagaan masih terus dilakukan di perbatasan dua desa.  (BK34)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
6
Share

Komentar

To Top