Peristiwa

Ina Ka’u Mari, Putri Sultan Muhammad Salahuddin Dimakamkan

Jenazah saat dibawa menuju Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Minggu (19/3/2017).

Kota Bima, Bimakini.- Almarhumah Dr Hj Siti Maryam binti Sultan Muhammad Salahuddin (Ina Ka’u Mari), dimakamkan, Minggu (19/3/2017). Lokasi pemakaman di kompleks pekuburan Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Pemakaman dilokasi itu, sesuai dengan wasiatnya sebelum meninggal. Lokasi pemakaman itu juga merupakan kompleks pemakaman keluarga kesultanan, selain di Dana Traha.

Prosesi pemakaman dari Pandopo Bupati Bima, yang diawali pembacaan riwayat hidup oleh Hj Fera Amalia,SE, MM.  Sambutan keluarga disampaikan oleh Ferdiansyah Fajar Islam.

Dilanjutkan penyerahan jenazah dari keluarga Kesultanan Bima oleh Ferdiansyah Fajar Islam kepada Dandim 1608 Bima. Setelah penyerahan jenazzah ditandu menuju Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Jenazah diiringi Pasukan Suba Kerajaan Bima. Ada yang mengenakan pakaian hitam dan putih. Berada dibarisan depan mengiri jenazah menuju tempat pemakaman.

Suasana duka dari pihak keluarga begitu terasa dan juga pelayat yang ikut mengiringi jenazah ke tempat pemakaman. Jenazah dishalatkan di masjid. Namun, sebelumnya juga janazah dishalatkan di rumah duka.

Diantara riwayat hidup Ina Ka’u Mari yang dibacakan Hj Fera Amelia, SE, MM, lahir di Bima 13 Juni 1927.  Menempuh pendidikan Hollandsh Inslandshe School selama tujuh tahun (1940). Melanjutkan pendidikan di Hogere Burgerlijke School di Malang selama dua tahun dan tidak tamat karena perang dunia kedua. Tahun 1953 menyelesaikan pendidikan di SMAN Budi Utomo Jakarta.

Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat di Universitas Indonesia (1960) dan Pendidikan Doktor di Universitas Padjajaran Bandung ilmu Sastra Filologi (2010).

Pada Tahun 1952-1953 menjadi PNS pada Kementerian Luar Negeri RI Sekretariat jenderal Bagian Rahasia. Kementerian Kehakiman RI (1957-1964). Pejabat Sementara Bupati Bima (1966). Asisten III Sekwilda

Penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada Dandim 1608 Bima.

NTB (1974-1985). Setelah pensiun 1987, menjadi Anggota DPR/MPR RI (1987-1992).

Hingga akhir hayatnya menjadi Ketua Yayasan Istana Sultan Muhammad Salahuddin Bima sejak 1995, menjadi anggota Forum Komunikasi dan Informasi Keraton se Nusantara. Ketua Majlis Adat tanah Bima sejak tahun 2000 hingga sekarang.

Mendirikan dan mengelola Museum Kebudayaan Samparaja Bima sejak 1990. Mendirikan dan sekaligus menjadi Ketua Yayasan Panti Asuhan Nurul Mubin. Semasa hidup aktif mengikuti berbagai kegiatan baik nasional dan internasional. (BK25)

Share
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3

Komentar

To Top