Opini

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan

Oleh: Muhammad Ali, MM.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur pemodalan operasinya. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya, mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan.

ilustrasi

Hervey Leibenstein (1971), meyatakan bahwa kewirausahaan adalah kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan dan menciptakan suatu produk dimana pada saat itu pasar belum terbentuk dan teridentifikasi dengan jelas. Robbin dan Coulter (2007), juga menyatakan bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dimana seseorang atau kelompok yang menggunakan segala daya upayanya yang terorganisasi untuk mencari sebuah peluang dan menciptakan sesuatu yang memiliki daya guna serta manfaat yang bersumber dari inovasi dan keunikan tanpa memperhatikan sumber daya yang digunakan.

Kewirausahaan adalah suatu sikap atau kemampuan untuk membuat sesuatu yang unik dan baru yang mempunyai nilai dan bermanfaat bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang kreatif, aktif, bercipta, berdaya dalam mengembangkan usahanya agar pendapatannya meningkat dari usaha atau kegiatan yang ditekuninya. Menurut penulis, untuk dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan (Enterpreneurship), dapat dilakukan dengan pendekatan yang disebut dengan K4 (Kesadaran, kemauan, keterampilan, dan kemampuan).

Kesadaran. Kesadaran merupakan kunci dalam diri seseorang sehingga dirinya dapat mengenali segala potensi yang ada pada dirinya. Orang yang memiliki kesadaran adalah orang yang mengenal siapa dirinya dan menyadari segala potensi yang ada pada dirinya.Semua manusia di dunia dilahirkan dengan memiliki potensi yang sama sehingga tidak ada perbedaan antara manusia yang dilahirkan di negara-negara seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Cina yang dikenal sebagai negara “Macan Asia” yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Selain itu, orang-orang yang sukses dalam berwirausaha juga memiliki potensi yang sama dengan manusia yang lain pada umumnya. Potensi yang dimiliki oleh seluruh manusia yang sama inilah yang penulis sebut dengan “Potensi Insani”. Dengan menyadari bahwa semua manusia memiliki potensi yang sama inilah sehingga seseorang dapat mewujudkan cita-citanya untuk dapat sukses dengan berwirausaha. Ia dapat berinovasi dan meningkatkan kreatifitas untuk dapat menciptakan UMKM dan produk baru baik barang maupun jasa.

Kemauan. Setelah manusia menyadari dirinya memiliki potensi yang sama dengan orang lain yang selanjutnya diharapkan adalah adanya kemauan. Memiliki kemauan saja rasanya tidak cukup apabila tidak didukung oleh kemauan keras. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika beriteraksi, bersosialisasi, dan berkomunikasi satu sama lain kita sering menemukan orang yang memiliki kemauan untuk dapat sukses dengan berwirausaha namun tidak dapat mewujudkan impiannya karena tidak adanya kemauan keras. Hal ini berarti bahwa dalam diri manusia harus ada kemauan keras sehingga dapat memfokuskan perhatiannya untuk mau menciptakan usaha/bisnis yang diminati, meluangkan waktu untuk melakukan segala kegiatan untuk dapat memujudkan usaha/bisnis yang diminati. Sebagai contoh, Kota dan Kabupaten Bima memiliki potensi produksi sektor pertanian, perikanan dan kelautan, dan kehutanan. Potensi produksi ketiga sektor ini merupakan peluang bagi orang yang memiliki kemauan untuk membuka usaha/bisnis baru. Selain itu, Kota dan Kabupaten Bima memiliki dua gerbang laut dan satu gerbang udara, fasilitas ini memungkinkan bagi kedua daerah untuk menjadi kota transit sehingga membuka peluang bagi masyarakatnya untuk membuka usaha/bisnis baru baik produk barang maupun jasa.

Keterampilan. Keterampilan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan akal, pikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil suatu pekerjaan. Untuk dapat berwirausaha mutlak dibutuhkan keterampilan. Sebagai contoh, orang yang ingin membuka usaha perbengkelan selain menyadari adanya potensi diri dan berkemauan keras juga harus dapat membekali diri dengan keterampilan seperti bongkar-pasang mesin, menggunakan berbagai jenis peralatan perbengkelan, mengganti komponen mesin yang rusak, dll. Contoh lain, orang yang ingin membuka UMKM (Usaha mikro kecil dan menengah) yang mengolah jagung menjadi makanan siap saji seperti dodol jagung, brownies jagung, ataupun jenis makanan berbahan baku jagung lainnya membutuhkan keterampilan khusus untuk dapat menciptakan produk-produk tersebut. Hal ini berarti bahwa, orang yang ingin berwirausaha harus melengkapi dirinya dengan keterampilan yang memadai untuk dapat menciptakan produk yang diinginkannya. Untuk dapat membekali diri dengan keterampilan-keterampilan yang dimaksud, ia dapat mengikuti pelatihan (Training) yang diadakan oleh lembaga-lembaga kursus/pelatihan baik yang diadakan oleh pemerintah ataupun swasta.

Kemampuan. Menurut Thoha (2010),kemampuan merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Kemampuan merupakan akumulasi dari pendidikan, pelatihan, dan pengalaman baik pengalaman orang lain maupun diri sendiri. Orang yang memiliki kemampuan adalah orang yang mampu merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengontrol usaha/bisnis yang ditekuninya. Mulai dari merencanakan produk apa yang akan diciptakan guna memenuhi kebutuhan dan kelangkaan, mengatur bagaimana cara memproduksi atau menciptakannya, mengarahkan agar kegiatan itu dapat berjalan sesuai dengan rencana serta mengevaluasi kembali kegiatan yang telah dilaksanakan. Selain itu, berwirausaha juga membutuhkan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain agar produk yang diciptakan dapat disalurkan atau didistribusikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik.

Akhirnya, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa masyarakat Kota dan Kabupaten Bima khususnya perlu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran, kemauan, keterampilan, dan kemampuan (K4). Untuk dapat mejadikan kedua daerah ini menjadi daerah yang maju maka masyarakatnya harus dapat didorong agar mau berwirausaha sehingga UMKM (Usaha mikro kecil dan menengah) baru dapat diciptakan. Kedua daerah ini berpotensi untuk menjadi daerah yang maju karena penciptaan dan pengembangan UMKMnya didukung oleh potensi produksi sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautannya. Daerah yang maju adalah daerah yang berbasis industri atau minimal 2,5% dari total populasinya berwirausaha. Dengan demikian, untuk dapat mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa kewirausahaan diperlukan kerjasama semua pihak seperti pemerintah, UMKM, perguruan tinggi, dan akademisi. (*)

Penulis adalah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top