Jalan-jalan

Benteng Asakota kini Tertutup Semak-Belukar, Siapa Peduli?

Kota Bima, Bimakini.- Situs bersejarah perjuangan perebutan kemerdekaan dan pertahanan Tanah Bima ‘Benteng Asakota’  di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, sepertinya luput dari perhatian pemerintah. Berdasarkan literatur sejarah, benteng  di Nisa Soma itu didirikan sekitar tahun 1667. Tujuannya untuk mengintai dan menghalau kapal kompeni Belanda.

Sabtu (30/04) lalu, sejumlah wartawan menyambangi benteng bersejarah itu. Di situ, bukan saja wisata sejarah bisa dijual, tetapi keindahan pemandangan alamnya dapat melihat langsung bentangan laut nan luas ke arah Utara dan teluk Bima ke Selatan. Selain itu, menjadi pertanda pintu masuk di teluk Bima. Namun, saat ini kondisinya penuh semak-belukar dan tumbuhan merambat.

Akibatnya, bangunan benteng nyaris tidak terlihat lagi. Bebatuan tersusun rapi sebagai  benteng dahulu telah tertutup semak-belukar dan ilalang.

Kalau dilihat kasat mata dari jauh,  dipastikan benteng yang masih kokoh itu hanya seperti gundukan tanah biasa. Padahal,  di dalamnya ada batuan tersusun pertanda sebagai bangunan benteng.

Terlihat bersih dari ilalang hanya terlihat bekas-bekas tumbuhan sisa dari aktivitas berladang warga. Selain itu, berdiri dua barugak sepertinya dibangun oleh pemerintah setempat.

Awak media, Wahyudin,  berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah mengenai kondisi benteng itu. Tidak saja membangun barugak,  tetapi juga memerhatikan kondisi fisik benteng. “Karena  benteng bukan dilihat dari areal tanah di sekitarnya, tetapi bangunan batu berbentuk bentengnya,” katanya.

Kata dia, Dinas Pariwisata seharusnya dalam program kerjanya bukan saja sibuk membelanjakan anggaran untuk mengembangkan pariwisata, sedangkan fisik lokasi wisatanya luput dari perhatian. (BK32)

Share
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

To Top