Berita

Jalur Pendakian Piong Mulai Diminati

Jalur pendakian ke Gunung Tambora malalui Piong kian diminati.

Bima, Bimakini.- Gunung Tambora sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat dunia. Letusannya tahun 1815 mampu memengaruhi iklim dunia saat itu. Belakangan banyak wisatawan asing maupun lokal mendaki hanya untuk melihat gunung yang dikenal dengan kawah terbesar di dunia tersebut.
Satu di antaranya Klub Adrenalin Trekel Bali. Mereka mendaki menggunakan sepeda motor melalui jalur pendakian Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Minggu (21/05/2017).
Jalur pendakian Desa Piong merupakan salahsatu jalur pendakian menuju puncak Gunung Tambora di wilayah Kabupaten Bima. Halur ini, sebelumnya adalah jalan setapak bagi masyarakat setempat untuk mencari madu, mengembala ternak dan lainnya. Namun, masyarakat melalui kerja bakti dan gotong-royong membuka dan melebarkannya untuk umum.
Jalur ini dibuka oleh masyarakat setempat, mulai jalan utama hingga ke puncak gunung Tambora. Beberapa waktu lalu, Dinas Pariwisat Kabupaten mengadakan event trabas sebagai bentuk peresmian jalur pendakian.
Jalur pendakian Desa Piong tidak hanya bisa untuk berjalan kaki sampai puncak Gunung Tambora. Namun, bisa juga dilewati menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak tempuh hanya beberapa jam saja. “Saya bersama klub motor Adrenalin Trekel sudah tigakali ke Tambora, Namun, baru pertama kali naik melalui jalur Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima,” ujar pria berambut uban bernama Celepuk asal Bali di Pos III Jalur Piong.
Kata dia, selama tiga kali mendaki bersama motor sampai ke gunung Tambora, baru pertama kali merasakan jalur pendakaian menggukan kendaraan roda dua yang bagus seperti ini. Sebab jalan dari pintu masuk sampai di Pos 3 ini tidak berlubang seperti di jalur pernah dilewatinya.
“Setelah kami coba pertama kali ini, memang di sini yang paling bagus ketimbang jalur sebelumnya,” ujarnya.
Kata dia, sebelumnya jalur ini tidak diketahui, namun saar Festival Pesona Tambora mendapatkan informasi dari teman klub motocros lainnya. “Saya penasaran sekali, makanya ini pertama kali saya datang dan memang bagus. Saya akan promosikan jalur ini ke teman klub saya yang lain,” jelasnya.
Rekannya, Made Bujangga, mengaku sudah dua kali datang naik melalui jalur Doropeti, namun yang jelas jalu Piong lebih beda karakternya dan tantangan lebih mantap. “Kalau di jalur pendakian lainnya pernah dilalui, lebih banyak lubang, kalau nggak konsentrasi bisa terjebak,” ujarnya.
Dikatakannya, karakter jalur Desa Piong memiliki jarak tempuh lebih panjang, sehingga menambah rasa penasaran dan ingin tahu pegiat alam bebas menggunakan motor. Selain itu, dari pintu masuk hingga Pos III ini sangat nyaman dilalui karena landai. “Jalur tracking-nya lebih dekat, sehingga asyik untul bermain dan menancapkan gas sepeda motor ini,” kata anggota Klub Adrenalin Trekel ini.
Putu Juliartha mengatakan hal yang sama. Tiga anggota Klub Adrenalin Trekel dari Denpasar Bali datang ingin mencoba jalur Piong sejak Kamis (18/05). Mereka menjelajahi jalur daerah Sumbawa bagian Selatan, Taliwang, Maluk tembus hingga ke Desa Lunyuk Sumbawa. “Tapi tujuan utama kami di sini karena target kali ini sampai ke kaldera Tambora jalur Piong,” katanya.
Karena baru pertama kali, mereka menyewa jasa warga setempat untuk menjadi leader perjalanan. (BK34)

Share
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

To Top