Berita

Sejuta Potensi Alam di Kawasan Destinasi Sanggar

Trabaser Bali yang menjajaki jalur pendakian Gunung Tambora melalui jalur Sanggar.

Bima, Bimakini.- Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, satu di antara wilayah yang terkena dampak langsung letusan gunung Tambora tahun 1851 silam. Meski dibuat tenggelam oleh lahar abu vulkanik, magma dan pasir saat itu, Sanggar memiliki sejumlah kawasan destinasi wisata tersembunyi.
Ada beberapa tempat wisata yang didukung oleh situs peningalan kerajaan Sanggar dimiliki wilayah itu.
Warga Piong, Abdullah, mengatakan Taman Nasional Gunung Tambora adalah ikon wisata tersohor dimiliki Sanggar sejak dulu hingga saat ini, Sebab berdasarkan peta administrasi Kabupaten Bima, Taman Nasional Gunung Tambora sekitar 75 persen kawasan milik Kabupaten Bima.
Masih dalam kawasan destinasi Sanggar, kata dia, kecamatan yang bangkit dari tenggelamnya tersebut, juga memiliki hutan rumah madu yang berada di lereng gunung Tambora. Selain itu, laut yang masih terbilang alami. Menyimpan potensi yang berlimpah. Selain mamalia laut beranekaram bentuk dan jenis, kawasan itu layak dijadikan tempat snorkeling beserta air terjun dan pacuan kuda pantai, Oi Tampiro dan berada di Desa Kore Kecamatan Sanggar.
Dari enam potensi wisata di Kecamatam Sanggar, hanya puncak gunung Tambota yang terkenal. Ini karena kurangnya promosi oleh masyarakat maupun Dinas Pariwisata Kabupaten Bima,” jelasnya.
Selain itu, di kawasan Sanggar, terdapat pendukung lain. Seperti situs peninggalan makam raja Sanggar, Doro Bedi, dan Wadu Kopa. “Ini masih dalam satu kawasan, lokasinya sangat mudah dikunjungi menggunakan kendaraan,” katanya.
Menurut dia, tempat destinasi wisata ini sebenarnya akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat. Mampu menghadirkan masyarakat luar untuk menikmatinya. Namun, apa hendak dikata, dari sekian banyak yang dimiliki, tidak banyak masyarakat luar mengetahui bahwa Sanggar memiliki sejuta tempat wisata.
“Kami sulit promosi tempat wisata di sini, karena kendala sinyal, pemerintah pun kurang promosi sehingga peminat kurang dikunjungi,” ujarnya.
Namun, dia optimis Sanggar akan besar, masyarakat mulai berpikir untuk mengelola tempat wisata. Langkah pertama sudah dilakukan adalah membuka jalur pendakian di Desa Piong, meskipun perhatian Pemerintah Kabupaten Bima nihil.
“Kami minta bantuan masyarakat lain untuk bantu promosikan Sejuta Wisata di Kecamatan Sanggar ini,” harapnya. (BK34)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share

Komentar

To Top