Pemerintahan

Bupati: Saya tidak Gila Dihargai dan Disanjung…

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri

Bima, Bimakini.-  Seperti apa tipikal karakter Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, saat berinteraksi dengan pejabat setempat? Ingin disanjungkah atau dipuji? Rupanya, istri Fery Zulkarnain (alm) itu memberi isyarat tegas.

Selaku Bupati, bukan tipikal seorang pejabat yang membutuhkan atau gila dihargai dan disanjung oleh pejabat.
Akan tetapi, yang diinginkannya adalah kebersamaan.

“Antara saya, Pak Wakil Bupati dengan seluruh pegawai lingkup Pemkab Bima. Sebab, kebersamaan antara kami selaku atasan dengan seluruh bawahan, itu sangat indah dirasa,” ujarnya saat sambutan pada acara berbuka puasa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima di halaman kantor setempat, Senin (19/06).

Dijelaskannya, momentum berbuka puasa bersama saat ini adalah saat untuk meningkatkan rasa persatuan atau kebersamaan. Namun, kenyataannya sungguh di luar harapan. “Karena banyak pegawai yang tidak hadir,” tuturnya.

Mengenai minimnya pegawai yang hadir pada acara berbuka puasa bersama ini, Bupati meminta para kepala SKPD bisa memberikan penjelasan terkait kondisi itu. “Saya minta, kepala SKPD harus bertanggung jawab atas minimnya pegawai yang hadir,” ujar Bupati.

Untuk langkah terapi kejut, ujar Bupati, usai Idul Fitri kinerja seluruh pejabat dan pegawai akan dinilai agar seluruh ASN bisa saling menghargai dan meningkatkan kedisiplinan. “Jika dilakukan rotasi dan mutasi, maka jangan salahkan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Drs H Dahlan juga memertanyakan tingkat kehadiran pegawai, khusunya yang berdomisili di Kota Bima. Jumlah pegawai atau ASN yang domisili di Kota Bima sekitar 2.000 orang.

“Tetapi yang hadir diacara buka puasa bersama kok hanya sekian, kursi banyak yang kosong,” herannya.

Dia meminta seluruh pimpinan SKPD memberikan klarifikasi terkait hal ini dan harus bisa memberikan motivasi pada seluruh staf. “Bukan Bupati dan Wakil Bupati, yang memberikan motivasi pada seluruh pegawai karena Bupati dan Wabup adalah manajer,” tuturnya.

Kata Wabup, pemimpin dalam suatu birokrasi harus pintar dan mau bekerja keras. Tidak ada alasan lagi bersantai, saatnya untuk bekerja dan bekerja dan bekerja untuk kemajuan daerah dan masyarakat Kabupaten Bima.

Masih kata Wabup, kinerja pegawai lingkup Pemkab Bima, ada peningkatan meski masih sedikit. “Yang diinginkan adalah perubahan saat kita memimpin selama lima tahun ke depan,” harapnya.

Wabup mengamini apa yang dikatakan Bupati. “Benar yang dikatakan oleh Bupati, bahwa kami bukan tipikal pemimpin yang gila dan ingin dihargai serta disanjung oleh bawahan. Kami inginkan adalah kebersamaan antara seluruh pegawai dengan kita,” ujarnya.

Selain itu, selaku Wabup akan mendukung rencana rotasi mutasi pejabat pas-Idul Fitri ini sebagaimana yang diinginkan oleh Bupati. Hal itu sebagai terapi kejut bagi ASN, agar mereka bisa meningkatkan kinerja dan bertanggung jawab serta amanah atas kepercayaan yang diberikan. (BK29)

Share
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

To Top