Dari Redaksi

‘Tancap Gas’ Amaliyah

DOK Chillinaris.blogger

RAMADAN 1438 Hijriyah telah melewati batas pertengahan perjalanannya. Artinya, lintasan hari-hari ke depan umat Islam mesti ‘mengencangkan lagi ikat pinggang dan tancap gas’ dalam eksplorasi amaliyah pada berbagai bentuknya. Rasululllah pun mengingatkan agar saat menjelang akhir perjalanan Ramadan intensitas ibadah ditingkatkan. Semuanya dalam kerangka agar setelah Ramadan terpilih menjadi pribadi takwa, laallakum tattaqun…

Bagaimana dengan umat Islam di Bima dan Dompu? Kita berharap ritme ibadah dalam sisi kualitas dan kuantitasnya dijaga. Tidak terjebak aksesoris lainnya yang justru mengalihkan makna ber-Ramadan. Maksudnya, fenomena kekhusyuan yang sejatinya hadir menemani lintasan Ramadan dari waktu ke waktu, malah tersorong pada hiruk-pikuk dan dinamika fenomena konsumtif. Karenanya, dalam rentang waktu yag masih tersisa, mari menggairahkan amal dan menangkap inti pesan Ramadan.

Manusia tidak akan pernah luput dari segala kesalahan. Potensi manusia memang memiliki kecenderungan peran positif maupun negatif. Sisi positif adalah suatu kebaikan yang membawa ke ladang amal duniawi yang menjadi tabungan akhirat. Peran negatifnya adalah kejelekan atau kejahatan yang membawa kita tersesat dalam kubangan dosa. Tiada manusia sempurna, ada kelebihan (kebaikan) pasti ada kelemahan (kejelekan). Hidup ini penuh berbagai macam kebaikan dan keburukan.

Setiap ada kesempatan untuk menguji kesetiaan kita pada kebaikan atau jatuh pada godaan nafsu setan. Setiap hari cobaan-cobaan itu harus dihadapi. Jika kita punya peluang berbuat kebaikan, maka lakukanlah walau sekecil apapun selagi kita masih mampu. Kebaikan sekecil apapun akan diperhitungkan oleh Allah. Hindarilah suatu keburukan, karena merupakan sumber keresahan yang membuat kita terlibat perbuatan dosa. Mari terus bermuhasabah, memahami posisi diri sebagai khalifah di bumi.

Semoga kita selalu bisa memaksimalkan kebaikan dalam semua variannya. Ramadan 1438 Hijriyah ada di depan kita, di sini dan hari ini sedang bergulir. Ramadan hari ini adalah momentum tepat untuk mengeksplorasi segala kebajikan hingga batas terjauh. Masalahnya, ‘remote control’ duras kehidupan adalah milik Allah, yang jika ‘tombol merah’ ditekan, maka berakhir drama kehidupan seseorang.

Sekali lagi, menjelang akhir Ramadan 1438 Hijriyah, maka persneling laju semangat beribadah harus diubah lebih tinggai lagi agar mencapai puncak pencapaian maksimal. Ya, ‘tancap gas’ amaliyah. Apalagi, ada bonus malam Lailatul Qadr, yang nilai lebih baik dari 1.000 bulan atau 83 tahun. (*)

Share
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

To Top