Peristiwa

Warga Leu yang tidak Kebagian Rastra Meradang!

Warga Leu yang mengadu ke Kantor Camat Bolo karena tidak kebagian Restra.

Bima, Bimakini.– Sejumlah warga Desa Leu Kecamatan Bolo protes. Mereka mengadukan jatah Beras Untuk Keluarga Sejahtera (Rastra) Tahun 2017 yang tidak mereka dapatkan. Masalahnya, dalam identifiaksi mereka, ada warga yang mampu justru mendapatkan.

Mereka adalah Yunus Yusuf dan Ratnah Rajak, keduanya warga RT 05. Satu lainnya, Fatimah, warga RT 04 desa setempat.
Mereka pun meradang dan mengadukannya kepada Camat Bolo, Mardianah, SH, di kantor kecamatan setempat, Jumat (16/06/2017).

Apa saja keluhan warga itu? Yunus Yusuf mengatakan, tidak saja mengadu lantaran tidak mendapatkan jatah Rastra, kehadirannya sebagai bentuk protes lantaran yang tercantum namanya untuk mendapatkan Rastra tahun 2017 ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari keluarga mampu.
Lalu mana buktinya? Dia membeberkan, warga RT 05, UJ, mendapat jatah Rastra tahun ini, padahal memiliki mobil. “Masih banyak KPM lainnya berasal dari kalangan mampu,” sorotnya.

Padahal, kata Yunus, program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran KPM, melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras. Hal itu agar manfaat program ini, seperti peningkatan ketahanan pangan tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dalam penanggulangan kemiskinan bisa terwujud.

Menurutnya, harapan itu jauh menyimpang, karena realitas yang mendapatkan Rastra justru berasal dari kalangan orang mampu. “Kita harap kalau orang miskin tidak bisa menikmati beras itu, lebih baik dikembalikan ke Bulog saja,” desaknya.
Menanggapi keluhan itu, Camat Bolo, Mardianah, SH, mengaku pemerintah kecamatan tidak memiliki kewenangan, akan tetapi kewenangan Pemerintah Pusat.

“Munculnya nama KPM Rastra adalah urusan Pemerintah Pusat,” katanya.

Dia menyarankan sebaiknya hal ini, warga kembali berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes). Mungkin saja pihak Pemdes bisa menyelesaikan masalah ini melalui musyawarah agar warga tersebut bisa dapat jatah Rastra tahun ini.

Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, SAg, mengatakan senada dengan Camat. Masalah Rastra bukan kewenangannya, munculnya nama penerima manfaat Rastra adalah urusan Pemerintah Pusat. “Kita tidak punya kewenangan terkait keluarnya nama penerima manfaat Rastra,” tegasnya.

Berdasarkan rekapan penerima manfaat tahun ini, katanya, ada warga yang agak mampu yang muncul namanya untuk mendapatkan jatah Rastra. Pemdes mengundang segenap Ketua RT dan Anggota Rumah Tangga Sasaran/RTS (Keluarga Miskin) untuk duduk bersama terkait Rastra.

“Kita sudah lakukan musyawarah terkait hal itu, yakni pada Kamis (15/06) dan Jumat (16/06),” ujar Kades.

Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, penerima manfaat yang agak mampu sudah ikhlas membagikan jatahnya kepada warga tidak mampu yang tidak muncul namanya. Berdasarkan hasil musyawarah pembagian jatah Rastra tersebut, berlaku secara permanen selama satu tahun.

“Itu bentuk keikhlasan warga yang agak mampu yang muncul namanya untuk mendapatkan jatah Rastra,” ungkap Kades. (BK36)

Share
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

To Top