Peristiwa

IRT Kelurahan Kumbe Latihan Gerak Jalan, Ini yang Terjadi

Para ibu di Kelurahan Kumbe yang latihan malam hari menghadapi lomba gerak jalan.

Bima, Bimakini.-  Sepekan terakhir, ibu-ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur punya kesibukan baru. Apakah itu? Ibu-ibu muda dan ibu separuh baya itu berlatih serius menghadapi lomba gerak jalan indah antar RT memeriahkan HUT ke-72 RI. Lomba itu dikhususkan untuk kaum perempuan, sedangkan suami bersabar dan mendukung peran serta mereka agar siap berkompetisi.

Bukan itu saja, mereka berlatih baris berbaris dengan berbagai variasi yang mereka ciptakan sendiri. Bahkan, nama regu mereka juga tidak sama sesuai selera ibu-ibu. Maka tidak heran ada yang mengusulkan nama regu mereka disebut gang selingkuh, ada juga yang mengusulkan gang anti selingkuh, seperti yang diusulkan regu gerak jalan pada RT 13 Lingkungan Oi Mbo. Namun, usulan itu labgsung ditentang oleh Ketua RT 13, Syafrudin. Dia tak ingin RT-nya yang belum lama ini ikut terkena imbas banjir bandang Kota Bima   muncul image baru dan negative pada RT 13 Lingkungan Oi Mbo. “Saya ingin gunakan nama regu gerak jalan RT 13 saja. Mereka adalah duta RT yang akan mengharumkan nama RT ini,” ujar Syafrudin saat menyaksikan aksi warganya latihan di Kumbe, Selasa (22/8/2017).

Apa alasan menolak usulan IRT itu? Syafrudin,mengaku tidak ingin menggunakan nama gang selingkuh atau lainnya. Mereka harus menciptakan citra baik dan jangan menciptakan image yang jelek,tak ada warganya yang selingkuh.Kan lebih baik menggunakan duta RT 13 dengan gaya koor  ‘hambu nggoke’. “Kita ingin dalam kompetisi ini duta RT  13 meraih juara,” harapnya.

Hal senada dikemukakan pembina regu gerak jalan Kelurahan Kumbe, Haris. Semangat juang IRT menyiapkan regu gerak jalan indah dengan latihan serius patut dihargai. Apalagi dengan mereka mengurus rumah tangga masih sempat menerima jadwal latihan sore hari hingga malam hari. Gaya dan variasi mereka menjadi perhatian pengguna jalan Negara itu. Beberapa regu dari RT lain juga ikut latihan sore hari sehingga kadang memacetkan jalan dengan kendaraan yang padat pada sore hari.

Regu-regu yang berlatih pada sore hari dapat berselfi ria di talut beton sekitar perbatasan Kelurahan Kumbe dan Kelurahan Kodo.

“Saat lomba nanti ada sekitar 20 regu lebih, mulai dari perbatasan Kumbe-Kodo hingga kantor Lurah Kumbe,” katanya di Kumbe, Selasa.

Saat latihan, katanya, mereka bisa istirahan diperbatasan dalam suasara meriah sambil berselfi ria.Namun,  antara satu regu dengan regu yang lain tetap saling menyapa.

Pada HUT RI kali ini, kata dia, lomba memang agak beda dan lain dari biasa. Lomba ini bagus untuk melatih ibu-ibu agar dapat belajar baris berbaris.

Saat latihan pertama, pelatih kewalahan mengatur ibu-ibu untuk tertib baris berbaris. Antara tangan dan kaki terkadang tidak serempak. Kadang ayunan tangan kanan bergerak sama dengan kaki kanan, sehingga ada ibu-ibu yang harus dituntun. Namun, disitulah suasana ceria muncul.

“Hanya saja mental ibu-ibu kuat dan tahan banting, mereka mau belajar dan buktinya kini sudah teratur dan bersemangat untuk mengikuti kompetisi. (BK23)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top