Opini

Sugesti Supranatural dalam Pilkada NTB dan Kunjungan ke Tempat Keramat

Oleh: Bambang Mei (Direktur M16)

Direktur M16, Bambang Mei

Perhelatan pesta demokrasi bukan sekedar ranah para pengamat politik, politisi, maupun para pekerja lembaga survey. Pesta demokrasi ini juga menjadi perbincangan hangat para pegiat spiritual. Banyak calon yang malu mengakui pernah meminta nasehat spiritual. Tapi tidak sedikit juga yang terang-terangan berkunjung ke tempat-tempat mistis,  bertemu dengan tokoh spiritual.

Bahkan seperti ada salah elit politik penguasa di NTB sampai menginap di tempat terpencil di Jerowaru Lombok Timur.

Bale Beleq Wakan, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dikenal sebagai tempat mistis.

Tempat yang dikeramatkan ini peninggalan Baloq Imut alias Baloq Muttaqin alias Masmirah. Lokasi Bale Beleq ini, berada di tengah-tengah perkampungan dusun Wakan yang letaknya berbukit. Setiap bulan tujuh berdasarkan penanggalan bulan Sasak, selalu dilakukan ritual untuk menyampaikan hajat pada Allah SWT. Ritual pada bulan tujuh itu, bukan sembarangan, akan tetapi harus dicari antara tanggal 7, atau tanggal 17 atau tanggal 27. Biasanya Bale Beleq ini dibuka pada hari Senin dan Jumat.

Bale Beleq ini, memiliki tiga mangku secara turun temurun. Ketiga mangku tersebut yakni H Rifa’i, Amaq Rohan dan Amaq Mini. Mereka menjadi mangku tanpa melalui proses pemilihan, tetapi sudah turun temurun.

Cerita masyarakat, warga yang sakit kerap mencari “syarat” untuk kesembuhannya di Bale Beleq. Begitu juga mereka yang memiliki hajat seperti untuk berharap jabatan tertentu dan sebagainya. Mereka berkhalwat di dalam ruangan Bale Beleq untuk mencari wangsit dan bisa mendapatkan petunjuk. Masuk kedalam ruang Bale Beleq kurang lebih berukuran 5×4 meter ini, harus dalam keadaan suci. Saat mencari petunjuk, terlebih dahulu harus salat istikharah, hajat, dan tahajjud baru kemudian berdoa, atau membaca tasbih dan amalan lainnya.

Dikutip dari media lokal di Lombok, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh pun pernah datang ke Bale Beleq. Entah darimana informasinya, elit politik penguasa tersebut mengetahui lokasi Bale Beleq. Walaupun baru pertama kali datang, ia mengetahui betul silsilah Baloq Imut.  Pertama kali datang untu berkhalwat pada malam Jumat tahun 2016 lalu saat mencalonkan dlm Pilkada thn 2015 silam. Entah apa petunjuk diperolehnya saat berkhalwat di sana, ia tidak tahu persis. Yang pasti, elit tersebut memenangkan pilkada dengan mudah. Iapun dikabarkan pernah menyumbang bantuan untuk pembangunan berugak, seperangkat gendang, dan sumbangan pada masyarakat sekitarnya.

Pada bulan Juli lalu, kembali datang ke Bale Beleq, bahkan sampai menginap di Bale Beleq. Apakah ada hubungannya dengan pencalonannya sebagai calon gubernur, tentu saja itu bisa ditafsirkan.

Bupati Lotim Ali BD pun dikabarkan pernah berkunjung ke Bale Beleq. Apakah kunjungan itu sebagai kepala daerah biasa, atau mencari “syarat” untuk pencalonan gubernur, tentu saja hanya pejabat tersebut  yang tahu.

Dalam jagat Pilkada, paranormal memang tidak pernah absen. Publik masih ingat ketika Pilkada serentak tahun 2010 di Lombok Tengah, Lombok Utara, Kota Mataram. Saat itu seorang paranormal Miq Parman membuat “penerawangan” dan mengucapkan “Maiq Meres dalam Jona Aman”.

Beberapa bulan kemudian ketika pilkada selesai, benar saja. Maiq Meres itu adalah julukan Suhaili-Normal, Jona itu adalah singkatan Johan Sjamsu – Najmul Akhyar, sementara Aman adalah sebutan Ahyar-Mohan.

Padahal dalam pilkada tahun 2010 itu, Suhaili-Normal banyak dilanda serangan hitam dan kurang diunggulkan. Maklum saja saat itu incumbent Mamiq Ngoh diprediksi bertarung ketat dengan Gde Sakti yang didukung oleh bersatunya NW Pancor dan NW Anjani.

Sementara itu,  Direktur M16 Bambang Mei yang pernah mendampingi salah satu politisi saat Pemilu 2014 juga tahu seluk beluk dunia mistis ini. Saat itu mendampingi salah satu calon, dimana menjelang hari pencoblosan calon itu melakukan “syarat”. Menebar beras di sepanjang jalan dan mandi tengah malam di salah satu makam.

M16 juga pernah menggelar diskusi tentang tema politik dan dunia supranatural  ini. Jauh sebelum ada partai koalisi, jauh sebelum ada poros tengah, dan saat para kandidat masih malu memunculkan namanya, paranormal sudah menyebut nama.

Saat itu salah seorang paranormal dari Sape Bima, Gus Muji dan Ustad Nasir dari Bonder Lombok Tengah secara gamblang menyebut Ahyar akan berpasangan dengan Mori Hanafi. Padahal saat itu, Ahyar belum mendapakan rekomendasi Gerindra. Kini Ahyar sudah mendapatkan Gerindra dan nama Mori masuk dalam radar calon wakilnya, bersaing dengan Nurdin Ranggabarani.

Sebenarnya dunia mistik dalam politik ini bukan hanya di daerah. Sekelas pemilihan presiden pun sering terdengar. Semua kandidat memiliki “tim spiritual” yang bertugas menjaga. Sebenarnya, nasehat spiritual itu sebagai sugesti.

Walaupun sudah dimenangkan oleh lembaga survey, hasil penerawangan dan pernyataan dari tokoh spiritual itu memberikan dorongan kuat agar calon dan tim bergerak lebih ketat. Pada akhirnya, persoalan supranatural dalam politik ini jangan dianggap sebagai hal tabu.

Para komentator politik pada akhirnya semua memakai perandaian. Semua tingkah pola kandidat, memakai sapu’, memakai kostum tertentu,memakai simbol tertentu tak lain sebagai sugesti mereka untuk memenangkan pertarungan. (*)

Direktur M16, Pengamat Politik NTB

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top