Pendidikan

Usai Imtaq, Siswa SMAN 2 Madapangga Adu Jotos

ilustrasi

Bima, Bimakini.-  Kegiata pembinaan aspek keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) dihelat di  pelataran Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Madapangga, Jumat (11/08). Sayangnya, tausyiah pada acara itu tidak melekat kuat dalam  diri pelajar. Buktinya, usai kegiatan Imtaq siswa kelas 3 terlibat insiden adu jotos. Ya, mereka berkelahi.

Siswa yang terlibat adu jotos saat itu berasal dari Desa Woro dan Desa Tonda Kecamatan Madapangga. Akibatnya, siswa dari dua desa itu  digelandang ke Polsek Madapangga untuk  pembinaan lebih lanjut.

Masalahnya,  saat dibina oleh pihak sekolah,  keluraga pelajar dan warga Desa Tonda muncul dan mengamuk. “Saat siswa dibina di ruangan BK, warga Tonda datang mengamuk, terpaksa pembinaan lebih lanjut kita limpahkan ke Polsek Madapangga,” kata Kepala SMAN 2 Madapangga, Drs M Amin, Jumat (11/08/2017).

Amin mengatakan, sebenarnya upaya pembinaan terhadap siswa kelas 3 asal Tonda dan Woro itu sudah mendekati  final, bahkan sedang dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan mereka.  Akan tetapi, saat surat pernyataan itu  diketik  oleh guru, muncul  beberapa warga Desa Tonda sembari mendobrak pintu. “Sambil memaki Dewan Guru. Karena tidak mau ambil risiko, terpaksa kita lapor ke Kepolisian,” ujarnya.

Dibeberkannya,   setelah melaporkan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Madapangga, aparat langsung menindaklanjutinya dan mendatangi   sekolah. Saat itu juga siswa kelas 3 itu digelandang ke Mapolsek Madapangga untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.

Kapolsek Madapangga melalui Kanit Reskrim, Bripka Heri Kiswanto, membenarkan penyampaian Kepala SMAN 2 Madapangga. Terjadi adu jotos siswa kelas 3 asal Tonda dan Woro usai kegiatan Imtaq. Saat diberikan pembinaan oleh pihak sekolah, muncul  warga Desa Tonda dan Polsek dihubungi. “Kita datang ke sekolah dan langsung membawa siswa ke Polsek kemudian memanggil orang tuanya,” kata Heri.

Setelah pembinaan di Polsek, siswa itu bersedia tidak lagi mengulangi perbuatannya. Bersedia bergaul tanpa memilih teman dari desa mana. “Mereka sudah islah, bahkan bersedia untuk bergaul tanpa memilih teman,”ungkap Heri. (BK36)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top