Hukum & Kriminal

Dipicu Pinjaman Motor, Warga Tenga Blokade Jalan

Suasana saat pemblokiran jalan oleh kelompok warga Tenga, Senin malam.

Bima, Bimakini.- Puluhan warga Desa Tenga Kecamatan Woha Kabupaten Bima menutup jalan lintas Tante-Parado, Senin (09/10) sekitar pukul 19.00 WITA. Warga meminta oknum warga Desa Ngali Kecamatan Belo ditangkap dan diproses hukum.

Penutupan jalan itu menggunakan balok kayu dan batu itu  terjadi di depan masjid desa setempat. Kejadian itu dipicu oknum warga  Ngali yang meminjam sepeda motor milik warga Tenga, namun tidak dikembalikan.

Kapolsek Woha, AKP Fendi AR,  menjelaskan penutupan jalan itu dilatarbelakangi  sepeda motor milik Baharuddin (25) warga Desa Tenga dipinjam pemuda asal Desa Ngali, Qori. “Sepeda motor yang dipinjam itu tidak mau dikembalikan. Karena warga Desa Ngali meminta sepeda motor warganya yang ditahan di Mapolsek Woha dikembalikan,” paparnya Selasa (10/10/2017).

Kapolsek mengatakan, sekitar pukul 17.30 WITA sepeda motor milik Baharuddin dipinjam temannya bernama Aan (15), namum dibawa lagi oleh warga Ngali dengan alasan meminjam. Akan tetapi, hingga penutupan jalan terjadi, belum juga dikembalikan.

“Keberatan dengan sikap warga Ngali itu, warga Desa Tenga blokir jalan meminta aparat penegak hukum menangkap pelaku,” jelasnya.

Untuk meredam suasana yang sedang memanas saat itu, Kepolisian bernegosiasi dan meminta agar melaporkan  ke Polsek Woha supaya dapat bekerja sesuai prosedur.

“Saya negosiasi dengan korban dan keluarga agar mengajukan laporan supaya kami bisa bertindak,” katanya.

Tidak menggunakan balok kayu dan batu, warga juga membakar ban  di tengah jalan raya. “Saya menyayangkan  penutupan jalan oleh warga. Sebab, banyak orang lain terganggu dan terhalangi,” katanya.

Meski sudah  bernegosiasi, namun warga  Tenga enggan membuka penutupan jalan. Namun, diajukan barter sepeda motor warga  Ngali yang ditahan saat terjadi pembacokan Ahad malam ditukar dengan sepeda motor yang dibawa warga Ngali.

“Warga sepakat dan jalan dibuka kembali. Sepeda motor masing-masing dikembalikan. Kami minta warga agar tidak menutup jalan, karena perbuatan ini mengganggu orang lain,” katanya. (BK34)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top