Dari Redaksi

Gudang Tramadol Kejaksaan

 

Dok. Sindonews

KASUS pencurian barang bukti (BB) lima karung pil Tramadol di gudang Kejaksaan Negeri Raba Bima menghentak Dana Mbojo, Jumat (13/10) dinihari pekan lalu. Pencuri berjumlah delapan orang dan bersenjata api leluasa mengangkutnya tanpa beban, karena kantor itu sudah tanpa penghuni. Peristiwa sungguh mengejutkan! Betapa tidak, saat perang terhadap Narkoba dan Tramadol digaungkan, berikut BB dikumpulkan, tiba-tiba para pencuri mengincarnya. Semudah itukah barang itu disimpan?

Publik miris dan prihatin mendengar kejadian itu. Peristiwa  itu langka, plus pertama kali terjadi di Dana Mbojo. Tentunya, rasa penasaran dan keingintahuan sehingga bisa dibobol pencuri, menghiasi benak masyarakat. Padahal, lokasi maupun jenis barang yang disimpan tersebut nyaris tidak diketahui orang luar. Hanya konsumsi orang dalam saja.

Semuanya sudah terjadi tidak ada yang perlu disesali, apalagi dicari kambing hitam-nya. Pastinya pelaku, kalau pun ada aktornya, harus secepatnya diungkap dan diproses hukum agar tidak memantik asumsi spekulasi publik meski berpeluang melahirkan tanda tanya. Mengapa demikian? Di kantor baru Kejaksaan Negeri Raba Bima, tidak jauh dari lokasi kantor lama, memiliki ruangan menyimpan BB yang cukup luas, ukurannya sekitar 3×6 meter. Bahkan, masih ada beberapa ruangan kosong yang bisa dijadikan sebagai tempat menyimpan BB.  Mengapa BB pil yang menjadi primadona generasi saat ini justru disimpan di tempat yang jauh dari pengawasan internal dan aktivitas keseharian aparat penegak hukum di lembaga Adhyaksa itu?

Lepas dari sederet pertanyaan yang jawabannya patut segera diungkap ke publik itu, masyarakat Mbojo tidak boleh lengah. Mari bahu-membahu memerbaiki daerah ini menjadi lebih baik lagi ke depan. Jika bukan Dou Mbojo, siapa lagi yang akan mewujudkannya? Kalau bukan sejak sekarang, kapan lagi kita berkesempatan menjadikan generasi daerah ini lebih RAMAH. Untuk mewujudkan semua itu, tentu saja bukan sekadar slogan dan cita-cita belaka. Harus ada karya nyata, diwujudkan melalui kerja keras dan pola kebiasaan Dou Mbojo.

Persoalan BB Tramadol, serahkan saja kepada aparat Kepolisian untuk menyelidiki dan mengungkap motif dan siapa pelakunya. Jauhkan kebiasaan berprasangka, sebelum benar-benar terjadi. Hilangkan pertanyaan kapan persoalan ini terungkap. Karena itu semua bergantung sungguh nawaitu dan dukungan masyarakat Mbojo. Publik menunggu hasil kerja aparat Kepolisian. Semoga dalam perjalanan pengungkapan peristiwa itu tidak ada halangan. Pengungkapan kasus ini harus cepat dan transparan, agar pergerakan pelaku dan peredaran BB curian dilokalisasi. Selain itu, transpransi diperlukan untuk menutup celah kecurigaan publik yang menduga “ada sesuatu” dalam kejadian ini.  (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top