Pendidikan

Guru MTsN Wawo Diisukan Pindah, Warga Menolak

 

Perwakilan masyarakat Wawo yang mendatangi Kemnag Kabupaten Bima.

Bima, Bimakini.- Sejumlah perwakilan masyarakat Kecamatan Wawo mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, Jumat (27/10/2017). Mereka menertanyakan isu mutasi guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Wawo, Muhdar, SPd, MPd. Mereka menolak jika guru tersebut dipindahkan ke tempat lain.

Saat itu, terlihat Camat Wawo, Ridwan, penasihat Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Besar Nurul Hidayah, HM Yacub Tayeb, dan pengurus Masjid Nurul Yakin Fo’o Mboto Desa Maria. Mereka diterima Kepala Kemenag Provinsi NTB, H Nasaruddin, dan Kepala Kemenag Kabupaten Bima, H Syahrir.

Camat Wawo, Ridwan, mengaku tenaga maupun pengabdian Muhdar masih dibutuhkan warga  Wawo. Jika Muhdar dipindah ke kecamatan lain, siapa lagi yang akan membina masyarakat dari sisi keagamaan. “Muhdar adalah Wakil Ketua LPTQ Kecamatan Wawo. Sudah punya rumah di Wawo, istri mengajar di Wawo, anaknya sekolah di Wawo. Mengajar ngaji pada beberapa tempat di Wawo, pengajian ibu-ibu,” paparnya.

Selain Muhdar, Kepala MTsN Wawo, Ismail, juga diisukan dimutasi ke sekolah lain. Isu mutasi kedua orang itu pertama kali diketahui saat kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kemenag. Dalam absen itu, nama keduanya tidak tertera sebagai guru dan Kepala di sekolah tersebut.

Ridwan berharap, Muhdar agar tetap menjadi guru  MTsN Wawo. “Di Wawo masih ada MIN dan MTsN, kenapa harus dipindahkan dan diganti dengan Kepala yang lain,” tanyanya.

Kepala Kemenag Provinisi NTB, Nasaruddin, menegaskan kewenangan mengusulkan mutasi tingkat daerah adalah Kemenag Kabupaten Bima.  Mutasi tersebut bertujuan untuk penyegaran. Saat ini, Kemenag sedang memetakan guru berprestasi untuk dikaryakan menjadi Kepala MIN, MTsN, dan MAN.

“Kita tahu, di Kabupaten Bima antara satu kecamatan dengan kecamatan lain, masih bisa dijangkau kendaraan,” ucapnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Bima, H Syahrir, berjanji akan memanggil Muhdar untuk mengetahui keinginannya, apakah tetap menjadi guru di MTsN Wawo atau ingin pindah di Kecamatan Bolo, dengan harapan promosi jabatan.  “Jika  memilih tetap menjadi guru biasa, maka kariernya untuk menjadi Kepala Madrasah atau jabatan lain akan tertutup. Saya akan tanyakan langsung agar lebih jelas persoalannya. Apalagi, isu mutasi ini SK-nya belum terbit,” ujarnya. (BK23)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top