Politik

Lima Fraksi Menolak Pansus Seleksi Perangkat Desa

Sulaiman MT

Bima, Bimakini.- Lima dari sembilan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima menolak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang akan mengusut pelaksanaan seleksi perangkat desa yang diduga menuai masalah, beberapa waktu lalu. Penolakan itu terjadi saat pelaksanaan rapat paripurna penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) terhadap APBD Perubahan 2017, Sabtu (30/09) akhir pekan lalu.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Sulaiman, MT, SH, mengatakan lima fraksi yang menolak pembentukan Pansus itu masing-masing Fraksi PAN, Golkar, Hanura, Bangkit Bersinar, dan Demokrat.  “Kelima fraksi itu menolak dengan alasan untuk menjaga stabilitas daerah,” ucapnya.

Empat fraksi yang menyatakan setuju pembentukan Pansus adalah  Fraksi PKS, Pejuang Restorasi gabungan Nasdem PDI-P, Fraksi PPP, dan Gerindra.

Ironisnya, kata Sulaiman, salahsatu fraksi yang belakangan menolak tersebut awalnya adalah  penggagas pembentukan Pansus itu.  “Kok  saat paripurna kemarin, malah  kembali menolak,” sorotnya.

“Mestinya, sebagai fraksi penggagas harus menyetujui pembentukan Pansus, bukan sporadis menolak seperti itu,” sesalnya.

Dikatakannya, pertama kali munculnya persoalan seleksi perangkat desa tersebut, fraksi dimaksud kerap berkicau akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. “Itu kan sama halnya mereka memberikan iming-iming palsu, sekaligus mengabaikan kepentingan rakyat,” sorotnya lagi.

Diakuinya, tujuan pembentukan Pansus itu  untuk menyelidiki dugaan kecurangan.  Selain itu, agar anggota Pansus memiliki kewenangan memanggil pihak yudikatif guna mengelarifikasi sudah sejauhmana penanganan kasus tersebut.

Menyusul pembentukan Pansus yang sudah mentok, maka tidak memungkinkan lembaga Dewan bisa mengelarifikasi persoalan tersebut secara mendalam. “Masalah seleksi perangkat desa itu bukan lagi hal yang tabu untuk diperbincangkan atau diusut ketika Pansus dibentuk, karena persoalan itu sudah menjadi konsumsi publik,” kritiknya.

“Seperti, adanya dugaan jual-beli kunci jawaban, bahkan kasusnya sudah dilaporkan masyarakat ke ranah hukum,” tambahnya. (BK29)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top