Dari Redaksi

TNI-Rakyat

 

Upacara HUT ke-72 TNI berlangsung di Kantor Pemkot Bima, Kamis.

KAMIS 05 Oktober 2017, Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan  peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72. Berbagai   elemen hadir. Atraksi pun digelar yang menandai kemeriahan suasana. Di Bima dan Dompu pun demikian. Upacara berlangsung meriah dan diwarnai atraksi yang menunjukkan kekompakan dan kesolidan. Mengusung tema ‘TNI Kuat Bersama Rakyat’ peringatan kali ini memang terasa berbeda dari sebelumnya.

Jika disimak dari dinamika nasional akhir-akhir ini, pemberitaan soal TNI melejit dan booming. Terutama seputar sikap dan kiprah Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, menyikapi berbagai isu nasional yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan pertahanan negara. Masalah kebangkitan benih-benih komunisme, instruksi Nonton Bareng Film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia, dan soal impor senjata telah menghangatkan dinamika ke-Indonesia-an. Telah mengundang komentar dan penilaian sejumlah pihak. Bahkan, ada yang menudingnya sebagai ‘suatu gerakan politik Panglima untuk mengukur respons menuju Pilpres’. Penilaian yang dibantah oleh Panglima TNI dan mengelaim langkahnya merupakan ‘politik negara’.

Melihat usungan tema ‘TNI Kuat Bersama Rakyat’ dalam HUT ke-72 ini mengandung makna bahwa TNI tidak saja tumbuh dan berkembang, berjuang bersama rakyat, tetapi juga menjadi esensi dari jati diri TNI. TNI dan rakyat  adalah ibarat ikan dan air. Kekuatan utama TNI adalah bersandar pada rakyat. Kita berharap TNI terus meningkatkan kesolidan dan bersinergi bersama rakyat untuk menjaga NKRI. Sejarah telah   mencatat, bahwa TNI   tumbuh dan berkembang bersama rakyat. Kemanunggalan TNI dan rakyat telah menghasilkan prestasi gemilang dalam mempertahankan kedaulatan negara maupun dalam pembangunan nasional.  Kebersamaan TNI dan rakyat sebagai satu kekuatan, telah berhasil mengatasi berbagai ancaman,  gangguan, dan hambatan yang dihadapi bangsa ini.      Negara ini akan tetap berdiri dengan kokoh, bila seluruh komponen bangsa ini bersatu padu dan bersinergi.

Harus diakui, isu-isu kenegaraan yang menyeruak akhir-akhir ini membutuhkan kesigapan TNI untuk meresponsnya secara cerdas. Terutama indikasi kebangkitan paham komunis di tengah masyarakat. Komunisme dan pengikutnya tidak boleh berkembang serta diberi ruang bergerak di Indonesia karena tidak bertuhan. Mereka pernah berkhianat pada bangsa dan membunuh para Jenderal Angkatan Darat. Potensi rongrongan terhadap keutuhan NKRI inilah yang harus terus diwaspadai oleh seluruh elemen bangsa.

Peringatan HUT ke-72 TNI harus dijadikan sebagai wahan kontemplasi dan refleksi kritis terhadap keseluruhan dinamika perjalanan bangsa Indonesia untuk menatap masa depan cerah. TNI dan rakyat adalah inti kekuatan yang menopan pembangunan dan eksistensi Indonesia.  Pergeseran konsentrasi TNI terhadap rakyat akan mengundang kerawanan dan menjadi bahan intipan para pengacau. Sebaliknya,  keterpaduan TNI dan rakyat dalam derap langkah membangun bangsa akan menjadi modal kuat bagi ketutuhan NKRI, jaminan keamanan,  dan peningkatan kesejahteraan. Dirgahayu ke-72 TNI. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top