Peristiwa

Audiensi Bibit Jagung Busuk Ricuh

Audensi bantuan bibit jagung di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima berakhir ricuh, Selasa (14/11).

Bima, Bimakini.- Audensi Aliansi Pemuda Peduli Bima (APPB) dengan jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima soal bibit jagung busuk bantuan pemerintah di aula dinas setempat berakhir ricuh, Selasa (14/11). Pegawai panik dan berhamburan keluar dari ruangan.

Suasana ricuh terjadi sekitar pukul 10.30 WITA berawal pejabat dinas setempat tidak mampu menghadirkan perwakilan PT Bima 15 Sayang. Sejumlah kursi plastik dibanting peserta.

Seorang peserta audensi, Usman, mengatakan pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima tidak mampu menghadirkan perwakilan PT Bima 15 Sayang.

Menurut Usman, seharusnya yang dihadirkan juga dari Dinas Pertanian Provinsi NTB dan KPSP sebagaimana dijanjikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Rendra Farid saat dialog di DPRD Kabupaten Bima, Senin (13/11).

“Mereka tidak mampu hadirkan pihak terkait langsung dengan bantuan bibit jagung itu, sehingga memicu reaksi kita saat Kepala Bidang Tanaman Pangan, Mansyur, SP, menyampaikan penjelasan,” terangnya.

Usman mengatakan, penjelasan yang  disampaikan Mansyur tidak rasional, sehingga dianggap perlu menghadirkan ketiga pihak dimaksud.

“Yang bisa memberikan penjelasan secara detail hanya dari perusahan bibit Bima 15 Sayang, Dinas Pertanian Provinsi NTB, dan dari KPSP,” ucapnya.

Sejumlah hal hendak klarifikasi diklarifikasi langsung peserta audensi kepada pihak terkait, kaitan jumlah Kelompok Tani (Poktan) penerima bantuan bibit jagung di Kabupaten Bima. “Mansyur tidak mampu menjawab pertanyaan kita,” kesalnya.

Usman mengatakan, menyusul audensi Selasa (14/11) gagal, sehingga dijadwal ulang pada Kamis (16/11) dengan harapan menghadirkan perwakilan dari Bima 15 Sayang, Dinas Pertanian Provinsi NTB, dan KPSP. “Agar diketahui apa persoalan sebenarnya,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Muhammad Natsir, mengatakan, bibit jagung bantuan yang rusak sudah ditarik dari peredaran dan pihak ketiga siap menggantikan dengan bibit yang baru.

“Nominal bibit yang rusak belum diketahui pasti. Semua bibit yang rusak telah ditarik, seperti di Kecamatan Palibelo sebanyak 12 ton dan di kecamatan lain sudah dan sedang ditarik,” akunya.

Dia mengaku, tidak mengetahui rekanan pengada bibit jagung merek Bima 15 Sayang asal Mataram itu. “Bantuan bibit jagung ini dari pemerintah pusat melalui provinsi,” tepisnya.

Tahun 2017 ini, lahan yang diusul untuk memeroleh bantuan bibit jagung hibrida seluas 40 hektar. “Total bantuan bibit jagung sekitar 800 ton,” tambahnya. (BK29)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top