Hukum & Kriminal

Masyarakat Dinilai belum Maksimal Serahkan Senpi

Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Bagus WD saat menerima penyerahan senjata dari warga Risa-Dadibou.

Bima, Bimakini.- Kelompok warga di Desa Risa dan Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima baru-baru ini menyerahkan Senjata Api (Senpi) rakitan secara sukarela pada aparat Kepolisian, nyatanya masih ada beredar dan dipergunakan saat bentrok, Sabtu (06/11).

Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Bagus S Wibowo, SH, SIK, menilai penyerahan Senpi dan peralatan bentrok lainnya belum maksimal dilakukan kelompok warga kedua desa tersebut.

“Masyarakat belum maksimal menyerahkan peralatan bentrok, baik senjata tajam maupun senjata api,” akuinya ditemui di Mapolres setempat, Selasa (14/11/2017).

Kata Kapolres, pihaknya telah meminta kelompok warga kedua desa tersebut untuk menyerahkan secara sukarela senjata tajam maupun Senpi rakitan, apabila masih memiliki atau menyimpan.

“Masyarakat tidak diperbolehkan, apalagi menggunakan untuk melukai dan mengancam kehidupan orang lain,” tegasnya.

Kenyataannya, diakui Kapolres, saat kejadian bentrok masih terlihat ada masyarakat dari kedua desa yang membawa senjata api rakitan maupun senjata tajam.

“Ini berbicara kesadaran masyarakat. Kalau seperti ini terjadi di lapangan, ada korban terkena tembak saat bentrok. Artinya, Senpi masih banyak dimiliki masyarakat,” ungkapnya.

Dia mengimbau, kelompok warga kedua desa yang masih menguasai, memiliki, dan menyimpan Senpi agar menyerahkan kepada aparat Kepolisian sebelum ditindak tegas. “Kami akan proses sesuai undang-undang bagi pelaku yang membawa dan menyimpan senjata api rakitan,” tegasnya. (BK34)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top