Olahraga & Kesehatan

Mekar Sari FC Juara Gala Desa 2017, Tim Riamau Kecewa

Sekda, HM Taufik saat menyerahkan piala Gala Desa.

Bima, Bimakini.- Laga Gala Desa tahun 2017 berakhir, Selasa (31/10) sore. Mekar Sari FC meraih juara setelah mengalahkan tim Desa Simpasai Kecamatan Lambu dengan skor akhir 3-1. Pertandingan yang dihelat di  lapangan Kecamatan Wawo itu berlangsung seru.

Sehari sebelumnya, Senin (30/10/2017), tim  Desa Karumbu meraih juara III, setelah melibas tim   Desa Riamau Kecamatan Wawo dengan skor akhir 4-1.

Kemenangan Mekar Sari FC diraih dari kejelian Wahyuddin (18) dan Inong Wahyudin (18). Beberapa menit saat akhir laga, pemain Desa Simpasai, Junaidin, memerkecil ketinggalan skor.

Beberapa kali penyerang tersebut berusaha membobol gawang Mekar Sari FC, tetapi selalu digagalkan penjaga gawang.

Laga sepakbola Gala Desa 2017 ditutup Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs HM Taufik.

Pembina tim Mekar Sari FC, Ahmad Abdullah, SPd, mengakui tim yang sulit ditaklukkan adalah tim dari Desa Parangina. Tetapi, akhirnya takluk saat babak penyisihan melalui drama adu penalti. Mekar Sari FC usia 19 tahun baru terbentuk dua tahun lalu dan telah menorehkan beberapa prestasi. “Saya berharap pemain terus berlatih, mengasah kemampuan, dan stamina prima,” katanya.

Empat tim yang meraih juara dalam even Gala Desa tersebut masing-masing mendapat  hadiah uang pembinaan. Untuk Tim Mekar Sari FC menerima uang pembinaan senilai Rp5 juta.

Peraih juara II, Tim Desa Simpasai menerima uang pembinaan senilai Rp4 juta, juara III senilai Rp3 juta plus piala tetap dari Kementerian Olahraga dan piagam penghargaan.

Hanya saja, tim asal Desa Riamau Kecamatan Wawo yang meraih juara IV, tidak mendapat   hadiah meski telah berjuang maksimal selama pertandingan berlangsung.

Kepala Desa Riamau, Sa’ala Ilyas, didampingi Sekretaris Desa Riamau, Ramli Azis, mengaku kecewa terhadap sikap tebang pilih panitia penyelenggara Gala Desa 2017 itu. “Sekali bertanding, kami harus mengeluarkan uang sekitar 1 juta, tetapi usaha tim kami tidak dihargai,” sesalnya.

Dana dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI untuk even Gala Desa tahun 2017 di Kecamatan Wawo itu diisukan senilai Rp200 juta, belum lagi sumber pemasukkan uang pendaftaran setiap tim senilai Rp500 ribu.

Senada dengan Camat Wawo, Ridwan, SSos. Dia kecewa karena Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs H Taufik HAR, hanya memuji H Supratman dan tidak mengapresiasi peran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang mengamankan pertandingan setiap hari.

“Paling tidak, ada ucapan terimakasih dan memberikan penghargaan kepada tim sepakbola Wawo yang meraih juara harapan. Tidak ada apresiasi, padahal panitia datang saat pembukaan dan penutupan,   yang menjaga keamanan aparat Polsek Wawo, Koramil Wawo, dan anggota Satun Pol PP Wawo,” sesalnya.

Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Drs H Supratman AS, mengaku dana yang diberikan Kementerian Olahraga hanya sekitar Rp30 juta, tidak disediakan hadiah bagi juara IV. “Nanti kita akan pikirkan hadiah tim yang juara IV,” katanya di Wawo, Selasa. (BK23)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top