Ekonomi

Penambangan Pasir Besi di Hodo Ditutup

Ali Jaharudin

Dompu, Bimakini.- Aktifitas penambangan pasir besi di wilayah Hodo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu akhirnya ditutup permanen oleh pemilik perusahaan. Penutupan itu disebabkan merugi dan kerab disorot.

Direktur CV Wangga Lambu, Ali Jaharudin, mengatakan telah menutup usaha pertambangan pasir besi di wilayah Hodo Kecamatan Pekat. “Sudah saya tutup permanen,” ujarnya ditemui di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Rabu.

Ali mengaku, penutupan tersebut lebih pada alasan rugi dan selalu menjadi sorotan serta untuk menjaga ekosistim alam di lokasi penambangan. “Sebenarnya ijin hingga Mei 2018. Masih ada usaha lain yang aman dan menguntungkan,” imbuhnya.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Andi Bahtiar, mengapresiasi  keputusan CV Wangga Lambu menutup usaha penambangan tersebut.

“Selama ini kami sering memberikan peringatan bahwa kegiatan itu merusak lingkungan. Apalagi, aktifitas penambangan itu tidak boleh dekat jalan raya, minimal jauh 100 meter,” ucapnya.

Dia mengaku, penambangan CV Wangga Lambu telah memberikan kontribusi ketersediaan pasir untuk pembangunan di Kabupaten Dompu.

“Tetapi bukan berarti melegalkan penambangan yang tidak memenuhi kelayakan berdasar aturan,” katanya.

Aktifitas penambangan pasir besi di sekitar Hodo dan di wilayah lainnya bukan hanya oleh CV Wangga Lambu, tetapi ada perusahaan lain.

“Kita tidak memiliki wewenang untuk meminta kegiatan ditutup. Kita hanya memberikan pembinaan saja. Tetapi, karena penutupan atas keinginan sendiri, kita terima. Untuk yang lain, kita akan tertibkan,” tandasnya. (JUN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top