Berita

Penganugerahan Pahlawan Nasional Maulana Syaikh, Pemprov Gelar Tasyakuran

Malam tasyakuran penganugrahan gelar Pahlawan Nasional pada Maulana Syaikh.

Mataram, Bimakini.- Malam ini, pukul 20.00 Wita, di Pendopo Gubernur NTB, digelar tasyakuran Hari Pahlawan dan penganugerahan Pahlawan Nasional kepada TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh.

Dalam acara ini, diputar video perjuangan Maulana Syaikh hingga akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Hadir dalam acara ini para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya.
Sebelumnya, Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi di dalam ikhtiar perjuangan, sehingga penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh oleh Presiden RI, Joko Widodo, berhasil dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Kamis (9/11/2017) lalu.
Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para tokoh agama, para veteran, para tokoh adat, organisasi-organisasi lintas agama, lintas etnis, lintas profesi, seluruh lapisan masyarakat, FKPD Provinsi NTB, para Bupati/Walikota, generasi muda NTB. Mereka-mereka ini disebutkan telah banyak membantu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, sehingga apa yang telah diikhtiarkan dan cita-citakan bersama dapat terwujud.
Dalam kesempatan ini, Gubernur kembali mengucap syukur dan terima kasihnya kepada Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo yang telah secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Maulana Syaikh.
Gubernur menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut sebagai kado istimewa dan kebahagiaan paling indah untuk seluruh masyarakat NTB. Sebab, dengan keberadaan pahlawan ini, menurut Gubernur adalah simbol bahwa NTB punya kontribusi yang tidak kalah dengan anak bangsa lainnya, baik pada masa awal kemerdekaan maupun dalam mengisi kemerdekaan.
Gubernur berharap penetapan Maulana Syeikh sebagai Pahlawan Nasional bisa menjadi inspirasi yang luar biasa bagi anak-anak muda dan generasi sekarang, mengingat Maulana Syeikh berjuang dalam suasana yang penuh keterbatasan. PUR

Penganugerahan Pahlawan Nasional Maulana Syaikh, Pemprov NTB Tasyakuran

Mataram, Bimakini.- Malam ini, pukul 20.00 Wita, di Pendopo Gubernur NTB, digelar tasyakuran Hari Pahlawan dan penganugerahan Pahlawan Nasional kepada TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh.

Dalam acara ini, diputar video perjuangan Maulana Syaikh hingga akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Hadir dalam acara ini para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi di dalam ikhtiar perjuangan, sehingga penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh oleh Presiden RI, Joko Widodo, berhasil dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Kamis (9/11/2017) lalu.

Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para tokoh agama, para veteran, para tokoh adat, organisasi-organisasi lintas agama, lintas etnis, lintas profesi, seluruh lapisan masyarakat, FKPD Provinsi NTB, para Bupati/Walikota, generasi muda NTB. Mereka-mereka ini disebutkan telah banyak membantu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, sehingga apa yang telah diikhtiarkan dan cita-citakan bersama dapat terwujud.

Dalam kesempatan ini, Gubernur kembali mengucap syukur dan terima kasihnya kepada Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo yang telah secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Maulana Syaikh.
Gubernur menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut sebagai kado istimewa dan kebahagiaan paling indah untuk seluruh masyarakat NTB.

Sebab, dengan keberadaan pahlawan ini, menurut Gubernur adalah simbol bahwa NTB punya kontribusi yang tidak kalah dengan anak bangsa lainnya, baik pada masa awal kemerdekaan maupun dalam mengisi kemerdekaan.

Gubernur berharap penetapan Maulana Syeikh sebagai Pahlawan Nasional bisa menjadi inspirasi yang luar biasa bagi anak-anak muda dan generasi sekarang, mengingat Maulana Syeikh berjuang dalam suasana yang penuh keterbatasan. (BK37)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top