Ekonomi

Poktan Madapangga Gigit Jari

ilustrasi

Bima, Bimakini.- Mengahadapi Musim Hujan (MH) tahun ini, Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Madapangga harus gigit jari. Pasalnya, harapan untuk mendapatkan benih padi bersubsidi kandas.

Ketua Poktan Mangge Balu II Desa Dena, Ahmad Arsyad, Rabu (22/11/2017) mengaku kecewa karena tidak memeroleh bantuan benih. “Kami kecewa. Kenapa tahun ini Poktan yang ada di Madapangga tidak dapat bantuan benih padi bersubsidi,” ujarnya.

Padahal, kata Ahmad, untuk mendapatkan bantuan tersebut, sudah menyetorkan uang tebusan bibit ke UPT. Dinas Pertanian dan Perkebunan Madapangga, Senin (20/11) lalu. Uang itu dikumpulkan dari anggota kelompok. “Kami sudah setorkan uang. Kenapa benih tidak disalurkan,”katanya.

Informasi Poktan di Madapangga tidak mendapatkan jatah benih padi bersubsidi, diketahui menyusul adanya SMS yang masuk diselulernya dari salah satu staf UPT, Abdul Hanan. Isi SMSnya “Ass…Sekilas Info, mohon ditindak lanjut bahwa yang berkaitan dengan program benih padi bersubsidi batal dilanjutkan karena masalah administrasi di tingkat Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima. Untuk itu, uang yang telah disetorkan Poktan akan dikembalikan secepat mungkin”.

“Saya dapat info benih padi subsidi batal disalurkan lewat SMS salah satu staf UPT  Dinas Pertanian dan Perkebunan Madapangga, Selasa sore,” ujarnya.

Mestinya, kata dia, pihak UPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Madapangga, tidak menyampaikan lewat SMS saja. Akan tetapi harus berkoordinasi dengan Poktan. “Jangan beritahukan lewat SMS. Tapi panggil seluruh Ketua Poktan atau layangkan surat agar anggota Poktan bisa memahami apa kendala hingga Poktan Madapangga tidak kebagian benih padi subsidi,”terangnya.

Dijelaskannya, pascapenyetoran uang ke UPT. Dinas Pertanian dan Perkebunan Madapangga, selalu didatangi oleh anggota untuk menanyakan kapan benih disalurkan. Justru sekarang uang tersebut akan dikembalikan dengan alasan yang tidak jelas. “Walaupun dengan berat hati, uang tersebut akan kami ambil, karena itu adalah hak anggota,”bebernya.

Masih kata Ahmad, karena tidak dapat bantuan,  anggota Poktan Mangge Balu II sudah membeli benih di pasar. Hal itu dilakukan untuk mengejar penanaman tepat waktu. “Sebagian petani sudah tanam dengan gunakan benih yang dibeli di pasar. Kalau menunggu benih padi bantuan pemerintah sangat mustahil dilakukan,”ungkap warga Dena dengan sapaan Ince ini.

Sementara itu, Muhsin, Ketua Poktan So Tamlento mengaku sudah lama menyetor uang untuk mendapatkan benih padi subsidi. Akan tetapi, petani yang ada di wilayahnya sudah menanam padi dengan menggunakan benih yang di beli. “Khusus petani yang ada di Desa Monggo sudah menanam padi secara serentak pasca melakukan Do’a So, Senin (6/11) lalu,”katanya.

Dia mengaku belum mendapatkan informasi batalnya mendapatkan benih subsidi.  Namun, dia yakin akan memeroleh bantua tersebut. “Saya belum dapat info kalau program tersebut gagal. Sekarang kita masih menunggu penyalurannya,”tandasnya.

Kepala UPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Madapangga, Mukhtar, SE menyampaikan, terkait program benih padi bersubsidi untuk wilayah Kecamatan Madapangga gagal dilakukan. Hal itu terjadi karena ada kendala administrasi yang berkaitan dengan penandatanganan pencairan.
Dijelaskannya, pemenang tender pengadaan benih untuk wilayah Madapangga, PT. Sang Hyang Seri (SHS), tidak sanggup menyelesaikan administrasi karena waktu yang sangat sempit. Karena gagal untuk melanjutkan program tersebut, kini pihaknya sedang mengembalikan sejumlah uang yang disetorkan oleh Poktan.

“Karena program ini gagal. Kita akan kembalikan uang yang disetorkan oleh Poktan, bahkan sekarang tinggal sedikit saja Poktan yang belum menerima uang tersebut,”ungkapnya. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top