Ekonomi

Produksi Garam Menurun, Harga masih Stabil

Lahan Garam di Woha.

Bima, Bimakini.- Curah hujan mulai meningkat di wilayah Kecamatan Woha Kabupaten Bima belakangan ini, berpengaruh terhadap menurunnya produksi garam. Meski demikian, harga beli garam petani masih stabil seperti saat produksi normal.

Petani garam di Desa Penapali, Dafid, mengatakan dalam sepekan terakhir curah hujan di wilayah Kecamatan Woha meningkat dari biasanya. “Hujan sering, sehingga petani garam tidak bisa memroduksi garam seperti biasa,” ucapnya.

Kata dia, biasanya dalam sepekan, petani garam bisa dua kali memroduksi garam. Tetapi, sepekan ini hanya satu kali, itu pun tidak maksimal. “Sampai hari ini, saya belum bisa produksi garam. Karena cuaca mendung dan sering hujan,” keluhnya.

Saiful, petani garam di Desa Donggobolo, mengaku meski hujan tetapi tidak memengaruhi harga garam. Hanya saja, petani kurang memroduksi lagi disebabkan sinar matahari berkurang.

“Harga garam saat ini masih 90 ribu per sak, bisa jadi makin naik karena produksi garam semakin menurun,” harapnya.

Tengkulak garam, Haeruddin, mengakui saat ini tidak ada penurunan harga garam, justru pembeli kesusahan mencari garam disebabkan produksi mulai menurun. “Kami membeli garam yang disimpan dalam gudang. Itu pun harganya naik. Garam yang belum dimasukkan dalam gudang, harganya 90 sampai 95 ribu per sak,” tuturnya. (BK34)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top