Ekonomi

Puluhan Ibu Rumah Tangga di Penatoi Ikuti PKW   

Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan PKW.

Kota Bima, Bimakini.- Sebanyak 20 Ibu rumah tangga di Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda, mengikuti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW). Mereka memilih bidang tataboga dan kuliner tradisional Bima sebagai langkah awal dalam pembelajaran. Kegiatan  itu diprakarsai lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Asy-Syakur Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur.

Pantauan  di Kelurahan Penatoi, Selasa (31/10), kegiatan awal ibu-ibu adalah membuat abon dari ikan tuna. Mereka juga membuat kemasan yang bagus sehingga menarik saat  menawarkan hasil olahan kepada warga lain.

Ketua PKBM Asy-Syakur Kelurahan Dodu, Dra Nuraliah, mengatakan progam PKW ini merupakan bantuan dari Direktorat Pembinaan kursus dan pelatihan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud tahun anggaran 2017. Program ini berlangsung beberapa bulan dan pembelajaran selama tiga kali sepekan, yakni  Kamis, Sabtu, dan Ahad.

“Kita harapkan dengan kegiatan ini ibu-ibu mendapat pengetahuan praktis mengenai keterampilan kewirausaan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, katanya, kecakapan wirausaha ini dilakukan secara kelompok dan hasilnya juga diperoleh secara kelompok pula. Kalau dikerjakan   bersama akan lebih ringan dibandingkan dengan usaha sendirian. Tidak menutup kemungkinan setelah mereka trampil bisa melakukannya  sendiri.

Hal senada dikemukakan Rosita dan Nur Faidah. Mereka  senang bisa mengikuti program ini, terbukti mereka bisa membuat abon dari ikan tuna dan tanggiri, membuat kue basah dan kering, nasi dan gorengan. Sebelumnya mereka kurang memahami cara membuat abon, tetapi kini bisa dilakukan. Demikian juga dengan membuat kue dan gorengan.

“Kita selalu penasaran ingin belajar terus mengenai pendidikan kecakapan usaha ini. Semoga kami bisa berusaha mandiri untuk menambah biaya hidup keluarga kami,” kata Rosita yang diamini rekannya usai prakti membuat abon di rumah Ketua PKBM Asy-Syakur beralamat di Kelurahan Penatoi, Selasa. (BK23)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top