Peristiwa

Tagih Sumur Bor, Warga Samili Kembali Blokade Jalan

 

Suasana jalan lintas Tente-Samili ditutup massa aksi, Jumat (03/11).

Bima, Bimakini.- Puluhan massa warga Desa Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima kembali memblokade jalan lintas Tente-Samili, Jumat (03/11). Mereka menyampaikan aspirasi di jalanan dan menagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengoperasikan sumur bor air bersih.

Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WITA. Sesaat kemudian, jalan kembali diblokade hingga menjelang shalat Jumat. Usai pelaksanaan ibadah, warga pun kembali menutup jalan hingga Jumat sore.

“Kami meminta pertanggungjawabkan Pemerintah Kabupaten Bima, karena kesepakatan bersama saat aksi 30 Oktober 2017 terkait pengoperasian proyek air bersih belum direalisasikan,” ungkap Jalaluddin, saat menyampaikan orasi.

Jalaluddin mengatakan, sesuai janji Wakil Bupati Bima, H Dahlan, saat aksi sebelumnya, proyek air bersih senilai Rp5,6 miliar akan dialiri sehari kemudian. “Janji itu sehari setelah aksi, tetapi sampai hari ini belum terrealisasi. Kami mendesak pemerintah tepati janji. Air bersih harus dialiri, tanpa ada kebohongan lagi pada masyarakat,” tegasnya.

Pantauan Bimeks, aparat Polsek Woha berupaya negosiasi dengan massa agar membuka blokade jalan. Namun, tidak membuahkan hasil.

Kabag Ops Polres Kabupatan Bima, Kompol Muslih, yang tiba belakangan mencoba bernegosiasi dengan massa. Namun, lagi-lagi tetap tidak membuahkan hasil nyata.

Sekretaris Desa (Sekdes) Samili, Muhammad Akhwan Qusairi, mengatakan jalan masih diblokir oleh massa. Hingga Jumat sore, aparat Kepolisian bersama aparat Pemerintah Desa mengupayakan koordinasi dengan instansi terkait soal proyek sumur bor yang dituntut massa.

“Jalan masih diblokir, karena pengoperasian air itu membutuhkan daya listrik lebih tinggi. Kami sedang bertemu dengan Pemerintah Daerah untuk koordinasi,” tuturnya. (BK34)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top