Pendidikan

Tiga Sekolah di Kota Bima tanpa KBM

Sejumlah guru yang mendatangi Wawali, H A Rahman.

Kota Bima, Bimakini.- Sudah dua pekan siswa SMPN 13 Kota Bima, SDN 41 Kota Bima, dan SDN 29 Kota Bima tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Ini sebagai imbas gagalnya rencana merger SDN 41 Kota Bima dengan SDN 29 Kota Bima.

Dewan guru SMPN 13 Kota Bima, SDN 41 Kota Bima, dan SDN 29 Kota Bima mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima meminta menyelesaikan persoalan merger tersebut, namun Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Bima, Alwi Yasin, tidak ada di kantor.

Puluhan guru pada tiga sekolah tersebut tidak patah arang. Mereka mendatangi Kantor Pemerintah Kota Bima menemui Wakil Wali (Wawali) Kota Bima, H A Rahman H Abidin.

Guru SDN 29 Kota Bima, Ikbal Tanjung, mengaku kedatangan puluhan guru di Kantor Pemerintah Kota Bima bermaksud menemui Wawali setelah rencana merger SDN 29 Kota Bima dengan SDN 41 Kota Bima gagal.

“Sudah dua pekan KBM pada tiga sekolah tidak berlangsung normal. Siswa lebih banyak bermain dan pulang lebih awal, karena sarana prasarana sekolah sudah dipindahkan pada sekolah yang di merger,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pihaknya berupaya tetap melaksanakan KBM, tetapi dihalangi orangtua siswa yang belum melihat Surat Keputusan (SK) merger. “KBM tidak berlangsung, itu menjadi masalah kami. Kasihan siswa, terpaksa dipulangkan lebih awal,” tuturnya.

Ikbal mengatakan, kondisi tersebut lebih parah dialami siswa di SMPN 13 Kota Bima. Siswa di sekolah tersebut, sambungnya, meja dan kursi sudah dipindahkan pada sekolah yang akan di merger. “Karena gagal, siswa tidak ikut KBM hingga hari ini (Senin),” ungkapnya.

Dia mengaku, merger tersebut gagal bukan disebabkan orangtua siswa, tetapi lebih pada isu jam mengajar kurang dan isu guru honorer yang akan di rumahkan.

Selain itu, ungkap Ikbal, pihak dinas yang belum menunjukkan SK merger ketika ditayakan orangtua siswa. Saat bertemu pak Wakil Wali Kota, menjanjikan akan memanggil pihak terkait,” kisahnya mengutip.

“Menurut pak Wakil, kejadian ini sudah merugikan siswa, apalagi KBM terganggu. Harapan guru-guru secepatnya akan ada solusi terbaik,” kutip Ikbal.

Dia menilai, merger penting meningkatkan KBM dan keberadaan SPMN 13 Kota Bima. “Orantua siswa harusnya tidak percaya isu yang tidak jelas,” harapnya. (BK32)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top