Peristiwa

Tim Satgas Rekomendasikan Dua Desa Kembalikan ADD Rp44 Juta

 

Ketua Tanaga Ahli (TA) Dana Desa Kabupaten Bima, Abdul Rauf ST MM

Bima, Bimakini.- Hasil audit Tim Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) RI menemukan dugaan penyimpangan pengunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 di Desa Woro Kecamatan Madapangga dan Desa Oi Saro Kecamatan Sanggar senilai Rp44 juta lebih. Tim merekomendasikan senilai temuan itu disetor ke kas desa paling telat Senin (13/11).

Tenaga Ahli (TA) Desa Kabupaten Bima, Abdul Rauf, ST, MM, mengatakan temuan di Desa Woro Kecamatan Madapangga seperti, mal administrasi desa tidak rapi, kurang melibatkan masyarakat hingga pelaporan tidak tertib. “Masalah Adminstrasi sangat minim dan semua itu harus dibenahi,” ucapnya dihubungi via telepkn, Ahad.

Temuan lain, ungkap Rauf, terjadi kekurangan volume fisik, tidak taat bayar PPN dan PPH Dana Desa serta pajak galian C. “Kalkulasi hasil temuan pada Pemerintah Desa Woro yang harus dikembalikan ke kas desa senilai 20 juta lebih,” ungkapnya.

Dia mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut telah dicatat dalam berita acara dan ditandatangani para pihak. “Anggaran tersebut harus dikembalikan secepatnya. Kalau tidak, jangan harap ada pencairan anggaran berikutnya,” tegasnya.

Di Desa Oi Saro Kecamatan Sanggar, sebut Rauf, Tim Satgas menemukan pengurangan volume pengadaan bibit kacang program Dana Desa tahun 2016. Kata Rauf, Dana senilai Rp 22 juta lebih dan masih dipegang Kepala Desa (Kades) lama.

“Temuan itu berdasarkan laporan masyarakat saat Tim Satgas turun ke Desa Oi Saro. Tim konfirmasi pada kepala desa dan diakui. Kepala Desa sanggup mengembalikan dalam waktu singkat,” terangnya.

Pengelolaan ADD tahun 2017, kata dia, ada temuan pajak galian C dan dana pengadaan kambing item pemberdayaan. Jumlah kambing yang belum disalurkan pada penerima manfaat sebanyak empat ekor.

“Semua temuan itu sudah dicantumkan di berita acara melalui surat pernyataan dan arsip pernyataan disimpan para pihak,” paparnya.

Rauf mengatakan, resi penyetoran kembali ke kas deaa oleh kedua Kepala Desa tersebut harus diserahkan kepada Inspektorat Kabupaten Bima.

Kepala Desa Woro, H A Karim, membenarkan temuan itu berdasarkan hasil audit Tim Satgas tersebut. “Benar ada temuan Tim Satgas di Woro. Kami siap kembalikan secepatnya ke kas desa,” akunya.

Dia menjelaskan, anggaran tahap I tahun 2017 item pekerjaan fisik sebanyak lima paket sudah dilaksanakan. Tetapi, secara administrasi belum melengkapi faktur belanja kegiatan, karena kegiatan sedang dilaksanakan. “Semua temuan itu akan kita benahi,” janjinya. (BK36)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top