Politik

Cermati Visi-Misi dan Program Bacagub NTB

Direktur Mi6, Bambang Mei

Mataram, Bimakini.-  Masyarakat pemilih perlu mencermati visi, misi dan program kerja pasangan Bakal Calon Gubernur (Bagagub) NTB. Itu menjadi cerminan  Rencana Strategis ( Renstra) dan perwujuan selama lima tahun kepemimpinannya.

Demikianlah Direktur Mi6-NTB, Bambang Mei Finarwanto, Jumat (12/1).

Dikatakannua, bagi pemilih yang belum menentikan pilihannya, maka perlu menyimak visi-misi dan program kerja para kandidat. “Momentum itu bisa dilihat saat debat kandidat yang akan diselenggarakan KPU nanti,” kata Bambang.

Selanjutnya pria yang akrab disapa Didu mengatakan, visi-misi sangatlah penting, bukan sekedar syarat pendaftaran.  Melainkan gambaran calon pemimpin tentang persoalan masyarakat dan soluisnya.

“Visi misi dan program kerja ini menentukan kualitas calon, partai pendukung dan tentu saja corak masyarakat dan daerah yang dicita-citakan,” lanjutnya.

Lebih jauh Direktur Mi6 yang juga mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB mengatakan, dengan mengupas visi-misi ini, sehingga diketahui navigasi  kepemimpinan seorang calon Guvernur NTB. Misalnya bagaimana suatu daerah dan masyarakat tani mau dibangun masa depannya. “Kalau pemimpin berkualitas dia tentu saja memikirkan secara komprehensif mulai dari investasi, proses perubahan dari petani ke industri atau wisatanya bagaimana, dan aspek ekonimi budaya dan lingkungan serta sosial lainnya didesain,” lanjut Didu .

Dari visi-misi ini, kata dia, akan terlihat kapasitas para calon Gubernur NTB.  Apakah hanya sekedar ingin berkuasa atau justru berpihak pada buruh petani dan petani. “Jadi visi-misi membongkar motif seseorang berkuasa,” jelas Direktur Mi6 .

Dari empat Paslon Gubernur NTB, Mi6 melihat karakteristik yang berbeda menyangkut visi-misi dan programnya. Misalnya Paket Zul-Rohmi dengan tag line melanjutnya ikhtiar TGB. Artinya jika kelak terpilih, maka akan melanjutkan hasil hasil pembangunan yang telah dicapai selama kepemimpinan TGB-Amin, maupun program pembangunan yang belum dilaksanakan.

Demikian pula dengan paket  Ahyar-Mori yang mengedepankan persatuan. Maka jika kelak terpilih pasti akan mengedepankan aspek pemerataan pembangunan sebagai upaya menjadi persatuan sesama warga NTB. “Paket Ahyar-Mori mencerminkan keseimbangan keterwakilan etnis di NTB,” ungkap Didu .

 

Sementara itu, kata Didu,  Paket Suhaili-Amin dan Ali-Sakti tag line-nya mengedepankan populisme. Maka visi-misi dan program nya bisa diduga akan mengutamakan peran serta dan partisipasi rakyat dlm program pembangunan. “Apalagi Ali BD adalah sosok aktivis LSM yang paham betul kondisi dan karakteristik masyarakat NTB,” lanjutnya.

Didu menambahkan, dengan membedah visi-misi dan programnya, pemilih  menjadi tahu apakah terintegrasi dan komprehensif atau justru parsial dan sektoral. “Yang lebih penting lagi apakah program dan biayanya itu memang situjukan untuk kepwntingan rakyat dan daerah atau sebaliknya,” pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah, SE mengatakan, visi-misi menjadi hal penting. Karena menjadi acuan dan pegangan utuk menjalnkan program 5 tahun kedepan.

Dikatakannya, visi-misi menjadi kerangka berfikir secara konstruktif untuk membangun daerah dalam jangka panjang. Selain itu akan memengaruhi pemilih. “Calon yang hebat bisa di lihat dari visi – misinya,” ujarnya.

Minsalnya, Zul – Rohmi “Menuju NTB Gemilang”,  Ahyar Abduh – Mori Hanfi “NTB Untuk Semua”. Suhaili – Amin “NTB Bersatau”,  sedangkan Ali – Sakti “Maju Bersama Rakyat”.

Semua Jargon itu sudah tertuang secra princi dan detail dalam visi-misi. “Apa bila nanti salah satu menang maka rakyat bisa memagih janji politik yang tertuang dalam visi-misi paslon,” imbuhnya. (PUR)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 20
    Shares

Komentar

To Top