Peristiwa

Tuntaskan Program BSPS Rada yang Mendek!

Rumah penerima program BSPS Desa Rada yang mangkrak.

Bima, Bimakini.- Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Rada yang mandek disorot Komisi Pemantau Sosial Perpolitikan Indonesia (KPSPI). Pihak yang bertanggungjawab diminta untuk segera menuntaskannya.

Anggota Investigasi KPSPI, Fidaus, Jum’at (5/1) meminta agar program BSPS diselesaikan secepatnya.  “Kasihan warga. Program BSPS Rada harus diselesaikan secepatnya,” ujarnya di Rada.

Sebelumnya, kata Firdaus, program BSPS yang mandek di Rada sempat didemo. KPSPI acap kali melaporkannya ke pemerintah, hanya saja belum kunjung usai.

Dikatakannya, mestinya pemerintah tidak boleh apatis terkait persoalan yang melilit warga setempat. Harus ditindaklanjuti oleh pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten Bima.

“Sekarang sudah masuk tahun 2018. Pemerintah belum menunjukan sikapnya,” bebernya.

Pihaknya juga sering mendatangi fasilitator dan toko selaku penyuplai bahan material. Namun, pihak fasilitator dan toko saling lempar tanggung jawab.

“Kata fasilitator, pihak tokolah yang salah karena belum mendistribusikan semua bahan material.  Begitupun pihak toko bilang, sudah tuntas mendrop bahan material,” ujarnya.

Warga Dusun Bontoranu Desa Rada, Faridah, yang juga penerima manfaat program BSPS mengaku heran dengan sikap pemerintah. Mestinya, harus diperhatikan, jangan dibiarkan seperti ini. “Rumah kita belum selesai. Mohon pemerintah selesaikan masalah BSPS,” terangnya.

Sarijon, penerima manfaat lainnya mengatakan, pemerintah mestinya pro rakyat, bukan apatis seperti ini. Pasalnya, pemerintah belum menunjukan sikap dalam menyelesaikan masalah program BSPS di Rada.

“Pemerintah harus sadar bahwa kehadiran program BSPS untuk kemakmuran rakyat. Bukan membiarkan rakyat sengsara seperti ini,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, saat ini mulai musim hujan, sementara rumah belum tuntas dikerjakan. “Musim hujan masih panjang, Jangan biarkan kita hidup seperti ini,” pungkas Sarijon. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 16
    Shares

Komentar

To Top