Pendidikan

Setiap Malam Ahad, Siswa MTs Sila Wajib Setor Hafalan Al-Quran

Bima, Bimakini.- Siswa MTs Sila, mulai kelas I, II dan III wajib menyetor hafalan Al- Quran setiap malam Ahad. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, yakni pembunian Al-Quran, sekaligus wujud nyata menciptakan generasi Qurani.

“Kami mempunyai target khusus. Yakni mencetak generasi Qur’ani,” ujar Ketua Pembina tahfidz dan tilawah MTs  Sila, Ilham Awahab, S.Pd.I,  Ahad (22/7).

Kata Ilham, selain harapan menciptakan generasi Qurani, madrasyah setempat menargetkan lahirnya siswa penghafal Quran. “Sudah diprogramkan. Siswa tamat di MTs Sila, paling tidak sudah hafal 3 juz,” ungkapnya.

Diakuinya, khusus siswa baru, sebagian masih belum fasih membaca Quran. Namun, siswa tersebut diusahakan pada semester satu sudah bisa baca Quran. Selain itu, wajib hadir pada saat kegiatan penyetoran hafalan. Yakni mengevaluasi kembali bacaan Iqronya.

“Untuk menggenjot siswa yang belum bisa baca Qur’an. Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, siswa yang belum bisa baca Qur’an mendapat pelajaran Iqro,” tutur Ilham.

Dijelaskannya, siswa wajib hadir di madrasyah sekitar pukul 17.30 Wita, setelah itu menunggu azan magrib sekaligus salat fardu secara berjamaah. Usai melaksanakan salat fardu, siswa mengikuti pembinaan tilawah dan berakhir sebelum waktu salat Isya.

“Usai salat Isya, siswa akan mendapat siraman rohani sekitar 30 menit. Selanjutnya akan menghafal minimal lima ayat, kemudian disetorkan kepada masing masing guru pembina,” ucap Ilham.

Motode yang dilakukan dalam setoran hafalan, yakni yang siswa putri akan dipisahkan dari siswa putra. Sementara saat menghafal, siswa duduk bershaf berhadapan dengan guru pembina. “Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan berhadapan dengan masing masing guru pembina,” bebernya.

Siswa yang tidak hadir pada malam penyetoran hafalan akan diberi sanksi, yaitu wajib menyetorkan hafalan usai upacara bendera pada hari Senin. Selain itu, siswa juga diskorsing tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran awal.

“Siswa yang tidak hadir pada malam setoran hafalan akan didenda. Yakni harus menyetor lima ayat Quran dan tidak boleh ikut dua jam pelajaran awal,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kegiatan ini mampu membendung siswa dari pengaruh jaman sekarang. Sehingga harapan untuk melahirkan generasi yang berahklqul qorimah bisa terwujud. “Akhir akhir ini sering terjadi tindak pidana kriminalitas yang didominasi oleh generasi akibat pengaruh konsumsi obat obatan terlarang dan lainnya. Kita kuatir terjadi hal itu pada siswa, semoga kegiatan ini menjauhkan siswa dari tindak kriminal,” ujarnya.

Setelah mengikuti penyetoran hafalan Quran, siswa nginap di madrasyah. Kegiatan selanjutnya mengikuti salat subuh berjamaah, setelah itu kembali ke rumah masing masing. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 174
    Shares

Komentar

To Top