Peristiwa

Warga Rade Desak Sumur Bor dan Program Perpipaan Direalisasikan

Bupati Bima saat menerima aspirasi warga Desa Rade terkait program sumur bor dan pipanisasi, Kamis.

Bima, Bimakini.- Warga Desa Rade, Kecamatan Madapangga, mendesak BWS Provinsi NTB untuk merealisasikan sumur bor sebagai bentuk antisipasi kekeringan sekaligus menanggulangi kesulitan air bersih yang dialami warga saat ini. Selain itu, warga setempat juga mendesak  Pemkab Bima untuk merealisasikan program perpipaan yang dijanjikan Dinas Perkim.

Salah seorang warga Rade, Ilyas HMT mengatakan, desakan itu muncul karena sebelumnya BWS Provinsi NTB dan Dinas Perkim Kabupaten Bima telah berjanji akan merealisasikannya. Namun hingga saat ini belum ditepati.

“Kedua instansi itu pernah berjanji akan merealisasikan programnya. Namun hanya mimpi di siang bolong,” ujar Ilyas.

Kata dia, sesuai janjinya, BWS akan merealisasikan pengadaan sumur bor di tahun 2018. Terkait hal itu, pihak BWS sudah turun meninjau lokasi yakni di So Doro Uba. Sementara Dinas Perkim berjanji mengalokasikan anggaran perpipaan sumur bor yang berlokasi di MTs Al Falah senilai Rp 300 juta.

“Pascapeninjauan itu, BWS tidak ada kabarnya. Begitupun Dinas Perkim seakan lari dari tanggung jawab karena sampai saat ini tidak ada respon,” tuturnya.

Diharapkannya, pihak BWS dan Perkim untuk merealisasikan janjinya. Hal itu perlu dilakukan agar bisa mengurangi beban masyarakat saat ini.

“Masyarakat sedang kesusahan air bersih. Jangan diberikan harapan palsu. Akan tetapi harus ada kerja nyata,” ungkapnya.

Ketua Karang Taruna (KT) Desa Rade, Syaiful, kecewa dengan  sikap Pemkab Bima dan anggota dewan yang tidak tanggap dengan kondisi warga saat ini. “Pemkab dan DPRD jangan tutup mata. Tunjukan perhatiannya pada masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, hampir setiap tahun warga kesulitan air bersih. Namun kata dia, sejauh ini belum ada respon baik dari Pemkab dan DPRD. Padahal terkait masalah air bersih, warga sering berteriak, baik melalui mimbar jalanan maupun lewat pemberitaan di media.

“Kami sangat prihatin dengan keadaan warga saat ini. Kenapa Pemkab dan DPRD tidak menunjukan sikap pro rakyat,” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Rade, Amirudin, SPd, menyampaikan bahwa tahun 2017 Pemdes setempat pernah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sumur bor. Namun, karena ada program Pemprov yang menyanggupi pengadaan sumur bor di So Doro Uba dan MTs Al Falah sehingga ditiadakan.

Sebenarnya terkait program perpipaan untuk sumur bor di MTs Al Falah, kata dia, sudah dialokasikan anggarannya lewat dana desa. Tapi hal itu kembali dibatalkan  karena  ada kesiapan Dinas Perkim Kabupaten Bima.

“Jika sampai akhir tahun 2018 belum ada realisasinya. Terpaksa akan dikerjakan lewat dana desa saja,” pungkas Sekdes.

Sementara itu, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri menanggapi keluhan warga Rade. “Saya akan tanyakan ke BWS dan Dinas Perkim terkait hal itu,” ujarnya saat di Madapangga, Kamis. (YAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 6
    Shares

Komentar

To Top