Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Ada Pangkalan Nakal, Warga Kesulitan Dapat Mitan

Rencana kenaikan harga BBM, rupanya dimanfaatkan  oleh sejumlah spekulan. Sejumlah Pangkalan Mitan di pasar Raya Bima, juga ikut memanfaatkan isu kenaikan harga yang direncakan berlaku mulai April 2012 mendatang.

               

 Diduga, mereka “bermain mata” dengan pihak tertentu untuk meraup keuntungan dari situasi saat ini. Jatah Mitan yang dialokasikan pihak distributor bagi pangkalan mereka, tidak dijual kepada warga yang mestinya menjadi sasaran utama. Melainkan mereka simpan untuk dijual ke orang lain dengan harga penawaran yang tinggi. Akibatnya, warga sekitar menjadi korban karena sulit mendapatan Mitan

                Bahkan, mereka diduga menjual ke agen Mitan di Mataram. “Kami tahu mereka (pangkalan) banyak menjual ke sana, karena selama ini kita sering tidak dilayani. Padahal, Mitan lancar disalurkan pihak distributor,” ujar Hajairin, warga RT 14 Lingkungan Bara Kelurahan Paruga, Senin.

                Diakuinya, warga sekitar kompleks pasar Raya Bima itu, sering kesulitan membeli Mitan pada sejumlah pangkalan pengecer setempat. Sudah sekitar sebulan kondisi itu terjadi. Katanya, setiap mobil distributor Mitan datang menyalurkan Mitan sesuai jadwal, pemilik pangkalan selalu mengatakan Mitan habis saat warga ingin membelinya. Padahal, baru saja Mitan itu disalurkan. “Cara mereka ini, menyusahkan kita sebagai warga di sini yang membutuhkan Mitan,” tandasnya.

                Hal yang sama dikemukakan warga lainnya, Najiburahman dan Dewi. Lantaran pangkalan setempat selalu mengatakan Mitan habis terjual, mereka terpaksa mengelilingi pangkalan pengecer yang jauh dari pemukiman mereka untuk mencari Mitan. Mendapatkannya ke tempat lain pun dirasa sulit dan harganya lebih mahal. Berkisar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu/liter. “Kita tahu jadwal penyaluran Mitan dari pihak distributor. Tapi, saat kita datang membeli, mereka selalu bilang sudah habis. Padahal, Mitan itu masih ada,” ujar Najiburrahman saat mengantri membeli Mitan di pangkalan pasar raya Bima, kemarin.

                Warga menduga, pangkalan Mitan sengaja tidak mau menjual kepada warga sekitar karena ingin meraup keuntungan dengan menjualnya kepada orang lain dengan harga tinggi. Hal itu terbukti, karena pangkalan kerap menyimpan Mitan yang seharusnya dijual kepada warga sekitar. “Masak Mitan cepat habis, padahal baru saja disalurkan mobil tangki. Sudah biasa mereka begitu,” tandas warga lainnya.

                Pemilik pangkalan Mitan Prakasa Baru, Agus Hidayah, menampik dugaan jika Mitan disimpan untuk dijual ke tempat lain dengan harga tinggi. Katanya, Mitan sesuai jatah pangkalannya tetap mengutamakan penjualan kepada warga sekitar.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

                Diakuinya, tidak semua dan selamanya jatah Mitan yang didapat dijual kepada warga sekitar. Tetapi, dijual juga kepada warga lain setelah semua warga sekitar terpenuhi  kebutuhannya. Hal itu dilakukan mengingat pangkalannya membutuhkan penjualan Mitan cepat habis. “Kita ini membeli Mitan pada distributor pakai uang kredit. Supaya uang itu cepat berputar, maka kita menjual Mitan ke warga lain,” terangnya.

                Harga jual pun, kata dia, tidak melampaui HET seperti yang diduga. Dia menjual sesuai HET yang diimbau Diskoperindag Kota Bima.

                Pantauan Bimeks Senin (26/3), puluhan warga RT 14 dan RT 15 Lingkungan Bara Kelurahan Paruga, mengantri membeli Mitan saat mobil tangki distributor menyalurkan  Mitan ke sejumlah pengkalan yang berlokasi di bagian timur pasar raya Bima tersebut. Mereka terlihat saling berebutan sambil mengeluh, jika selama ini kesulitan membeli Mitan pada sejumlah pengecer setempat.

                Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, Ratnaningsih, SE, yang saat itu memantau lokasi, mengingatkan warga agar melapor jika menemukan pangkalan yang menyimpan Mitan dan tidak menjualnya kepada warga. (BE.19)

               

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Memastikan pendistribusian dan harga LPG sesuai HET, Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pemantauan Pendistribusian BBM dan LPG tabung 3 Kg memantau...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penganiayaan terjadi di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (27/3) sekira pukul 18.30 WITA.  Oknum anggota Kepolisian Sektor...

Berita

Bima, Bimakini.com.- Diduga mengkonsumsi  pil Tramadol, dua orang siswa seuah SMA swasta di  Bolo dan satu siswa SMA negeri di Bolo ditangkap oleh anggota...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Aksi pemalangan sekolah kembali terjadi. Kali ini menimpa  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Palisondo Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Aksi itu diduga dilakukan Bahrudin ...