Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Aksi Demo BBM

Eskalasi aksi demo mahasiswa dan buruh menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin meluas dan anarkis. Elemen masyarakat dari berbagai daerah mengekspresikan penolakannya dalam berbagai cara. Ada yang simpatik, biasa-biasa saja dengan poster dan orasi, ada juga yang cenderung anarkis. Di daerah Bima, aksi penolakan masih dalam batas kewajaran. Di level politisi, praktisi ekonomi, akademisi “cuap-cuap” mereka di acara talk show semakin mewarnai dinamika.

Kenaikan harga memang rutin menyita energi publik dan elemen kritis yang menolaknya. Jika direalisasikan, awal April nanti pasti  ada yang berubah dalam dinamika perekonomian masyarakat. Inflasi yang bisa dua kali lipat dari prediksi teoritis dan rakyat kecil semakin tersudut pemenuhan kebutuhannya. Rakyat semakin terjepit dalam dilema kehidupan kebangsaan yang tidak kunjung menemukan jalur tepat untuk kata impian: kesejahteraan.

Pemerintah memang dihadapkan pada pilihan  sulit, dibiarkan saja subsidi mengalir hingga triliunan rupiah, menggerogoti tubuh APBN. Jika dipaksa menarik subsidi—dan itu berarti harga BBM naik—maka nafas rakyat miskin bakal terengah-engah lebih cepat dari biasanya. Meski pun kenaikan  itu “diganjar” kompensasi uang tunai kepada masyarakat, seperti kasus sebelumnya kondisi tidak sepenuhnya normal. Kemiskinan memang menyesakkan  dada.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Kita hanya bisa berharap, ada solusi cerdas yang bisa ditemukan agar jeratan dilematis ini terurai indah. Misalnya, pengetatan anggaran pada berbagai Kementerian, menggalakkan budaya hemat, dan bersikap keras terhadap para maling uang rakyat. Para pemimpin rakyat pada berbagai level menunjukkan keteladanan sikap nyata yang bisa membangun kepercayaan publik.            

Mereaksi rencana kenaikan harga BBM itu, kita harapkan reaksi yang ditunjukkan proporsional. Jangan sampai ketika memrotes satu hal, muncul permasalahan lain yang dampaknya lebih kompleks. Kita harapkan pula “tsunami BBM” ini tidak memorak-porandakan tatanan kehidupan secara luas, karena dalam kondisi sekarang saja, nafas kaum miskin sudah ngos-ngosan. (*)    

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Satuan Polairud Polres Bima berhasil mengamankan satu unit kapal laut, yang bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan tabung gas elpiji...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Naiknya harga bahan bakar jenis Pertamax tidak mempengaruhi ketersediaan stok jenis Pertamax di sejumlah SPBU di Kota dan Kabupaten Bima.  Pengendara...

CATATAN KHAS KMA

SUATU hari beberapa tahun lalu, saya secara kebetulan satu pesawat dengan dr Agus Dwipitono. Kami punya tujuan kota yang sama, tetapi beda kepentingan. Saat...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Kelangkaan BBM jenis Premium di SPBU Sila Kecamatan Bolo dikeluhkan pengendara roda dua dan empat, Senin (29/6). Akibatnya, para pengendara harus menggunakan...

Peristiwa

Dompu, Bimakini.-  Anggota  Lembaga Peduli Pemerataan Pembangunan (LP3) Nusa Tenggara Barat menyuarakan aspirasi di persimpangan Cikre  Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Kamis (28/09/2017).  Mereka menyorot...