Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Nelayan Sape Ditembak di Komodo, 1 Tewas

Komodo di Taman Nasional Komodo yang dijaga ketat sehingga banyak nelayan yang mencari ikan di sekitar wilayah itu jadi sasaran penembakan petugas.

Rupanya nyawa manusia tidak punya arti hanya untuk menyelamatkan biawak besar bernama Komodo di Pulau Komodo NTT. Untuk kesekian kalinya, nelayan-nelayan asal Sape, Kabupaten Bima haru mati sia-sia hanya karena mendekati perairan komodo untuk mencari ikan. Terakhir dialami Anwar, 24 tahun, warga Bajo Pulau Kecamatan Sape harus meregang nyawa karena diberondong peluru aparat penjaga Taman Nasional Komodo (TNK), saat mencari ikan di sekitar pulau itu, pukul 01.00 Wita, Selasa, 27 Maret 2012 lalu.

Bukan hanya Anwar, tiga warga lainnya yang bersamanya ikut merasakan akibat berondong peluru tanpa ampun dari petugas keamanan penjaga binatang langka itu. Mereka adalah Syarifudin, 23 tahun, Abdul Muis, 27 tahun, dan Ucok, 11 tahun. Semuanya warga Bajo Pulau yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Kejadian ini juga dibenarkan oleh pihak Polsek Sape. Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Dusun Barat Bajo Pulau, Bambang saat dihubungi bimakini.com. Setelah mendengar kabar buruk itu, pihak keluarga korban segera menuju lokasi kejadi untuk mengecek kebenaran informasinya.

Menurut Bambang, korban tewas adalah warga kelahiran Desa Pai Kecamatan Wera, tetapi sudah lama tinggal dan berkeluarga di Desa Bajo Pulau. Selain morban yang terkena peluru panas aparat keamanan di TNK, sejumlah nelayan juga ikut dalam peristiwa itu. Mereka adalah Jaharudin, 21 tahun, Abdul Rahman, 26 tahun, A Rafik, 20 tahun. Semuanya merupakan warga Desa Pai Kecamatan Wera. Sedangkan satu nelayan lainnya yang masih di bawah umur adalah Riyan, 11 tahun merupakan warga Bajo Pulau. Nelayan yang disebut terakhir hingga berita ini diturunkan masih ditahan oleh petugas keamanan TNK.

Kapolsek Sape, AKP Lalu Najamuddin, menjelaskan, kejadian yang sebenarnya tidak diketahui, tetapi informasi dari petugas di sana diduga korban tertembak di sekitar perairan Komodo. “Kita tidak tahu persis kejadiannya, sehingga tidak bisa memberikan penjelasan mengenai kronologis saat kejadian,” ujarnya kepada Bimeks di Polsek Sape, tadi malam.

     Dibeberkannya, korban berasal dari Desa Pai Kecamatan Wera dan berkeluarga di Bajo Pulo. Kepala Desa Bajo Pulo bersama keluarga korban akan menjemput jasad korban dan saat ini sedang dalam perjalanan.   

    “Kalau tidak ada halangan malam ini, jasad korban akan tiba di pelabuhan Sape. Namun, sampai saat ini belum ada informasi baik dari Kades maupun dari pihak keluarga,” katanya.

            Sebelumnya, jelasnya, ada informasi dari pihak keluarga akan dimakamkan di Kecamatan Wera, tetapi pihak Polsek beberapa kali mengontak tidak  tersambung. “Untuk lebih jelasnya Kita menunggu dahulu jasad korban. Tentu saja pihak keluarga yang akan memberikan informasi yang jelas. hanya itu yang bisa disampaikan sementara,” katanya.

            Beberapa warga Bajo Pulo yang dihubungi di pelabuhan Sape, membenarkan ada warga Wera yang tertembak di perairan Komodo saat mencari ikan.  Tetapi, belum mengetahui apakah mereka menggunakan kapal Ferry atau langsung dibawa oleh keluarganya.

        “Kita dengar jasad korban tidak dibawa ke Bajo Pulo, tetapi akan dikuburkan di Kecamatan Wera,” ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya. 

   Kasus yang menimpa Anwar menambah banyak daftar nelayan Sape yang tertembak petugas TNK di perairan Gilibanta dan Komodo karena diduga membawa bom ikan.  (BE.12/BE.13)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Dompu, Bimakini.- Masyarakat Pulau Bajo Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa,Kabupaten Dompu yang  keseharianya  sebagai nelayan memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa bahagianya usai melaut. Seperti...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kuat dugaan, korban tewas di terowongan Dam Pela Parado karena  mesin pompa penyedot air terbakar. Selain itu karena kesulitan untuk bernafas. Mesin...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Naas menimpa dua pekerja bendungan Pela Parado Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Pada Kamis (13/5/21) dini hari pekerja yang diketahui bernama Ismail (52)...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kabupaten Bima, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, terus menyalurkan bantuan khususnya bagi nelayan. Dipastikan, di tahun 2020 ini, bantuan yang akan...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Sekitar 20 perahu nelayan asal Langgudu, Kebupaten Bima, terpaksa harus parkir di Pantai Lawata, Kota Bima, Ahad (1/3). Mereka sudah beberapa...