Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Harga Jual Mitan Dikeluhkan

Kontroversi rencana penaikan harga BBM sedang hangat dibicarakan dan direaksi oleh sejumlah kalangan. Namun, meski belum ditetapkan kenaikan harganya, barang kebutuhan sudah duluan naik. Misalnya harga minyak tanah. Seperti yang dikeluhkan  Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Atun, kepada Bimeks, kemarin.

Saat ini, ujar Atun, bukan saja premium bensin yang bakal naik, kenyataanya saat ini minyak tanah pun harganya “selangit”. “Di kampung kami, orang jual minyak tanah seharga 6.000 rupiah per liter, sehingga kami tidak mampu membelinya,” jelasnya di Talabiu.

Dikatakannya, bahkan pengecer di Talabiu maupun luar desa tersebut, menjual di atas Harga Eceran Tetap (HET). Pengecer seharusnyamenjual  sesuai harga di tetapkan pemerintah yakni Rp3.250/liter. “ Artinya pengecer sudah melangar aturan yang ada, hal ini sama saja menyengsarakan kami,” katanya.

Katanya, pengecer bahkan menjualnya keluar desa, sehingga masyarakat setempat sulit mencari untuk kebutuhan rumah-tangga. Jika membutuhkan minyak untuk usaha,  selalu mencarinya  ke luar desa, bahkan luar daerah.

“Mau tidak mau kami membeli minyak tanah tersebut walaupun harga tinggi, juga kami mencari kemana-mana untuk mendapatkan minyak. Kami mencarinya di kecamatan lain, bahkan di Kota Bima,” ujarnya.

Atun mengharapkan, pihak  yang berwenang mengecek para pengecer nakal yang menjual di atas harga yang ditetapkan. Tindakan mereka memicu keresahan masyarakat. “Apabila menjual minyak tanah di atas harga  yang tetapkan, dicabut saja izinnya Pak, biar pengecer lain tahu,” harapnya.

Hal sama dirasakan warga  Talabiu, Fatmah. Diakuinya, saat ini harga minyak tanah bervariasi, bahkan setiap hari ada kenaikan. Di Desa Rabakodo kemarin, pengecer menjual Rp90.000 ribu/jirigen isi 20 liter.

Dia mengharapkan pihak yang berkaitan menyetabilkan kembali harga minyak tersebut. “Saya sudah tidak mampu lagi membelinya, juga usaha yang saya jalani terpaksa berhenti dan anak saya banyak yang sekolah. Tolong pemerintah turun langsung turun di lokasi,” katanya. (K01)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Harga kebutuhan pokok di Pasar Sila di bulan suci Ramadan tidak stabil. Seperti halnya harga tomat, cabai merah, kol dan lainnya. Kadang...

Ekonomi

Bima, Bimakini.com.-Pergerakan kenaikan harga bawang merah dirasakan lambat oleh petani di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Pergerakanya sempat menyentuh angka Rp1,875 juta, namun kini menurun...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Ruangan Satuan Reserse (Sat reskrim) Kriminal Polres Bima Kota, tiba-tiba dipenuhi tumpukan jirgen berisi minyak tanah (Mitan). Rupanya, hasil penyitaan Mitan yang...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.com.- Bulan Ramadan tahun ini, satu-satunya kebutuhan pokok yang stabil harganya hanyalah beras, sedangkan kebutuhan lainnya semua naik. Hingga saat ini harga...