Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Kak Seto: Mendidik Anak dengan Cinta

Kak Seto

                Semua anak Indonesia pada dasarnya cerdas. Hanya saja, cara belajar anak untuk membuktikan kecerdasannya itu berbeda-beda. Cara terbaik mendidik anak, yaitu mendidik dengan cinta.

                

Demikian dikatakan Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, M.Psi, saat seminar  dengan tema “Mengembangkan Potensi dan bakat anak” di gedung Muhammadiyah, Sabtu lalu. Kegiatan itu digelar PGTK Tadika Puri dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-10 Kota Bima.

                Dijelaskan mantan Ketua Komnas PA yang akrab disapa Kak Seto ini, kecerdasan anak memiliki spektrum yang luas. Ada cerdas matematika, cerdas olahraga, cerdas musik, dan lainnya. Seorang anak tidak bisa dipaksakan untuk kecerdasan bidang lain, jika memiliki kecerdasan bidang tertentu.

                Untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), katanya, tidak harus dipaksakan belajar matematika, belajar disco, dan lainnya. Pendidikan mereka harus sesuai dengan perkembangannya yaitu bermain. “Karena hak dasar anak adalah bermain,” katanya.

                Menurutnya, tidak boleh dipaksakan sekolah jika anak masih bayi. Karena yang terjadi nanti, bukannya belajar, tapi mereka  ngompol dan menangis. “Mari kita bangun sekolah untuk anak, bukan anak untuk sekolah,” ujarnya.

                 Seto menegaskan, belajar dan bermain adalah hak dasar anak.  Selain itu, hak tumbuh dan bermain. Sistem pendidikan yang tepat akan mendukung perkembangan karakter anak. Oleh karena itu, belajar bisa di mana saja, tidak mesti dalam ruangan. “Pendek kata, kita harus mendidik anak dengan cinta supaya mereka tumbuh sebagai anak yang pintar dan cerdas,” katanya.

                Sebelumnya, pembukaan kegiatan seminar dihadiri Wali Kota Bima, HM. Qurais H. Abidin dan Ketua TP PKK Kota Bima yang sekaligus Ketua Forum Komunikasi PAUD, Hj. Yani Marlina. Selain itu, Ketua DPRD dan sejumlah pejabat Pemkot hadir saat itu.

                Ketua Panitia Seminar, Retno Utami, mengatakan, kegiatan itu untuk berbagi ilmu kepada masyarakat Kota Bima tentang pentingnya komunikasi dalam pendidikan untuk menggali potensi yang dimiliki setiap anak. Mengingat pendidikan adalah tanggungjawab semua pihak, bukan hanya tugas seorang guru. “Oleh karena itu, peserta seminar yang kita undang bukan hanya dari unsur pendidikan, tetapi umum,” katanya.

                Diakuinya, seminar itu kerjasama PGTK Tadika Puri bersama Forum Komunikasi PAUD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Selain itu, didukung sejumlah sponsor. “Semoga ilmu yang diperoleh dari seminar ini, berguna bagi generasi penerus bangsa di Kota Bima. Sehingga Kota Bima bermartabat dalam dunia pendidikan,” terangnya. (BE.19)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh : Rahmania, S.Psi Daerah Bima Darurat Narkoba. Menurut laporan BNN daerah Bima data penggunaan narkoba kian tahun kian meningkat. Narkoba tentunya menjadi salah...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bima Periode 2017-2020  berlangsung  Rabu (19/07) di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan...

Politik

Bima, Bimakini.com.- Kampanye terbatas tahap  kedua di Kecamatan Langgudu,  Minggu (11/10/2015), dilakukan pasangan calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Bima, Syafrudin- Masykur (Syukur). Didesa setempat, mereka...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.com.- Warga Kelurahan Rabadompu Timur mendatangi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Rabu (7/10/2015. Namun, mereka kecewa karena di kantor Pemkot Bima pejabat...

Peristiwa

KENAPA KNPI memilih bernyanyi, tidak diskusi untuk membangun komunikasi dengan kelompok muda di kampus? Ketua DPD KNPI Kota Bima, Dzul Amirulhaq, mengatakan diskusi, seminar,...