Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Menimbun BBM, Wanita Asal Bolo Dibekuk

          Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bima Kabupaten menangkap Nur Aini (38) warga Rato Kecamatan Bolo karena diidentifikasi menimbun bensin. Dia kedapatan dan menimbun dengan cara membeli ribuan liter BBM tanpa ijin, Senin (12/3) lalu. Sejumlah barang bukti pun disita oleh aparat Kepolisian.

          

Kapolres Bima Kabupaten, melalui Kaur Bin Ops. Reskrim, IPDA Fandi, AR, kepada wartawan menjelaskan tersangka memang telah menjadi target, karena diinformasikan menimbun BBM jenis premium di rumahnya. Berdasarkan informasi itu, beberapa hari anggota Kepolisian menyelidikinya.

           Alhasil, informasi itu terbukti setelah Satuan Intelkam dan Tim Pengawas Kepolisian yang sedang memantau SPBU Panda, mendapati mobil pick up yang keluar dari areal pengisian bensin mengangkut 72 jerigen berisi minyak jenis premium atau sebanyak 3.533 liter dan 7,5 drum minyak jenis solar berisi 1.260 liter.

           Saat itu, jelasnya, kendaraan  pick up pengangkut minyak yang dikendarai Suparjo diidentifikasi ternyata memang milik Nur Aini. Aparat pun menyelidiki lebih lanjut sampai ke rumah Nur Aini. Di sana mendapati sejumlah barang bukti lainnya, yakni 10 drum dan 6 jirigen berisi premium sekitar 11 ribu liter lebih.

           “Pada saat itu kami meminta surat ijin, tetapi dia tidak bisa menunjukkan dan hanya memiliki surat ijin yang tidak berlaku lagi, sehingga dia kami amankan beserta semua barang bukti di rumahnya,” jelas Fandi di Polres Bima Kabupaten, Rabu (14/3).

           Dijelaskannya, tersangka memang sebelumnya adalah agen minyak di Rato Kecamatan Bolo, tetapi sudah tidak memiliki ijin lagi. Selain itu, telah terbukti menimbun minyak lebih dari kadar batas yang seharusnya sebagai agen yang telah ditentukan yakni maksimal 3.000 liter saja.

           Dugaan sementara, ujarnya, penimbunan minyak sebanyak itu karena informasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) awal April, sehingga memakai cara tersebut untuk mencari keuntungan. Kasus tersebut sedang dikembangkan dan beberapa saksi akan dimintai keterangan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

           Katanya, tersangka dikenakan pasal 53 butir c UU Nomor 2 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas, dia diancam hukuman maksimal 3 tahun penjara atau dengan 30 miliar,” ujarnya.

           Mengantisipasi isu kenaikan BBM saat ini, katanya, Polres Bima Kabupaten telah membentuk tim khusus yang akan memantau dan mengawasi peredaran minyak pada semua SPBU dan agen. Tim tersebut merupakan tim terpadu yang terdiri dari sembilan anggota gabungan.

           Dia berjanji akan menindak tegas semua penimbun dan pembeli minyak yang tidak memiliki surat ijin resmi, apalagi terbukti membeli lebih dari batas yang telah ditentukan. (BE.20)

 

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Kelangkaan BBM jenis Premium di SPBU Sila Kecamatan Bolo dikeluhkan pengendara roda dua dan empat, Senin (29/6). Akibatnya, para pengendara harus menggunakan...

Peristiwa

Dompu, Bimakini.-  Anggota  Lembaga Peduli Pemerataan Pembangunan (LP3) Nusa Tenggara Barat menyuarakan aspirasi di persimpangan Cikre  Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Kamis (28/09/2017).  Mereka menyorot...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Pascabanjir pada sejumlah titik di Kota Bima, kehebohan lain muncul. Ular piton berukuran besar muncul di lapangan Pahlawan Raba, Selasa (28/3)...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Bocah berusia tujuh bulan, Afdal, warga RT 05 Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, tewas. Diduga saat bermain bocah itu kesetrum aliran...