Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Pegawai Sukarela Kelurahan Diabaikan?

      Perjuangan pegawai sukarela Kelurahan dan Kecamatan di Kota Bima mendapatkan legalitas berupa surat keputusan (SK) Kontrak hingga kini  belum terpenuhi. Mereka berharap  pemerintah memerhatikannya karena pengabdian selama ini sudah dibuktikan.

      

Ketua forum pegawai sukarela kelurahan, Jubaer, S.Sos, mengatakan perjuangan mendapatkan pengakuan pemerintah itu dilakukan jauh sebelum Kota Bima terbentuk. Namun,  hasilnya masih sia-sia. Bahkan, dalam pertemuan terakhir diinformasikan tidak ada lagi jalur yang bisa dimasuki.  

          Diakuinya, sudah seringkali menemui  pejabat Pemkot Bima dan anggota DPRD Kota Bima mapun pejabat teknis lainnya, namun tidak memberikan hasil terbaik. Bahkan, pegawai sukarela sering mendapatkan janji akan diperhatikan, akan didahulukan, dan lain sebagainya dari mulut oknum pejabat, namun itu hanya isapan jempol belaka.

          Diingatkannya, pekerjaan yang dijalani pegawai sukarela sungguh luar biasa, bahkan mengelaim seluruh pelayanan di wilayah Kelurahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, hampir 75 persen dilakukan oleh pegawai sukarela. Namun, itu tidak menjadi pertimbangan oleh Kepala Daerah, walaupun mengetahuinya. Menurutnya, apa yang dilakukan pegawai sukarela hanya untuk membesarkan nama oknum pejabat di atasnya, sehingga masyarakat mengelaim bahwa pelayanan pemerintah luar biasa. Padahal, yang mengerjakannya adalah pegawai sukarela.

       “Ini bukan hanya berlaku di Kelurahan dan Kecamatan, namun juga pada Badan atau Dinas terkait, rupanya kami benar-benar diabaikan oleh pemerintah,” ujarnya Sabtu (17/3) melalui telepon seluler.

          Dikatakannya, forum pegawai sukarela sudah sering bertemu Wali Kota Bima, HM, Qurais, namun sampai saat ini belum ada upaya dari pemerintah mengakomodir, padahal sudah bekerja puluhan tahun. Terahir kali ingin bertemu Wali Kota pada Selasa (12/3) lalu, namun mengalihkannya kepada Sekda.

          Dalam pertemuan dengan PLT Sekda Kota Bima, Ir. H. Muhammad Rum dan Kepala BKD Drs. H. Sukri, M,Si, intinya sudah tidak ada jalan bagi pegawai sukarela Kelurahan dan Kecamatan untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Jubaer mengimbau agar bisa mengetahui kebijakan pemerintah itu dengan menyatukan persepsi untuk kepentingan ke depan.

       “Berdasarkan hasil pendataan kami tahun 2010 lalu, jumlah pegawai sukarela Kelurahan dan Kecamatan sebanyak 700 lebih orang. Walaupun tidak bisa sekaligus, mungkin bisa diberikan SK Kontrak sebagian dulu, terutama bagi yang mengabdi puluhan tahun dari zaman pemerintahan desa,” ujarnya. (BE.18)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini.com- Merasa diabaikan oleh anggota DPRD Kabupatan Biam dan pejabat Setda, puluhan ibu-ibu pedagang los pasar Tente menangis histeris. Mereka menyorot para wakil...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.com.-     Warga Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima mengepresiasi rencana pembangunan kantor kelurahan setempat. Apalagi, mulai Senin (23/9), tanah sekitar...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.com,- Lomba Antar-Kelurahan se-Kota Bima saat ini sedang dilaksanakan. Masing-masing kelurahan sedang menyiapkan diri melalui berbagai pembenahan. Mereka ingin meraih hasil terbaik.

Politik

Kota Bima, Bimakini.com.-  Ada yang menarik dari penyampaian visi-misi pasangan calon Wali/Wakil Wali Kota Bima di ruangan sidang DPRD Kota Bima, Jumat (26/4) siang....

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.com.-Sebanyak 49 mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekes) Mataram Program Studi Keperawatan Bima, mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XII di Kelurahan Dodu...