Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Tim Pemantau BBM Temukan Pangkalan “Nakal” Mitan

Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan pemerintah berlaku mulai April 2012 mendatang, berdampak luas. Selain menuai protes dari sejumlah elemen masyarakat, rencana kenaikkan harga itu juga dimanfaatkan oleh sejumlah pangkalan pengecer minyak tanah (Mitan) untuk memainkan harga dan cara penjualannya.

               

 Seperti yang ditemukan tim pemantau Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag)  Kota Bima di kompleks pasar raya, Senin (26/3). Di lokasi setempat, tim pemantau menemukan sedikitnya enam pangkalan pengecer Mitan yang  diduga tidak mengutamakan penjualan kepada warga sekitar.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

                Mereka lebih mengutamakan menjual kepada pelanggan tertentu atau ke pemesan lain luar daerah dengan harga khusus. Akibatnya, warga sekitar kesulitan mendapatkan Mitan. Pangkalan pengecer tersebut, antara lain UD Mandiri, UD Widia, Prakasa Baru, Kencana, dan UD Lukman. Semuanya berlokasi dalam kompleks pasar Raya Bima. “Mereka ini adalah pangkalan-pangkalan nakal. Sudah hampir sebulan warga sekitar kesulitan membeli Mitan karena dijual ke luar,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, Ratnaningsih, SE, di pasar Raya Bima, kemarin.

                Diakuinya, pangkalan-pangkalan Mitan tersebut diketahui tidak mengutamakan penjualan kepada warga sekitar menyusul laporan masyarakat. Tim yang dibentuk langsung dikerahkan untuk memantau saat distributor menyalurkan Mitan ke sejumlah pangkalan yang dimaksud.

                Alhasil, ketika mobil tangki Mitan mendistribusikan ke sejumlah pangkalan itu, warga sekitar yang didominasi ibu-ibu terlihat ramai menenteng botol dan jirigen, mengantri membeli Mitan ke pangkalan pengecer. Sebelumnya, warga sekitar mengaku kepada tim pemantau jika selama ini mereka kesulitan membeli Mitan, karena pangkalan pengecer kerap mengatakan Mitan habis terjual. “Padahal, mobil tangki Mitan baru saja menyalurkannya. Penyalurannya pun selama ini lancar-lancar saja sesuai jadwal dan alokasi,” tandas Ratnaningsih.

                Dikatakannya, akibat ulah nakal pangkalan pengecer, warga sekitar kesulitan mendapatkan Mitan. Warga terpaksa mencari Mitan ke pangkalan atau pengecer lain di luar kampung untuk memenuhi kebutuhan dengan harga relatif mahal. Ratnaningsih menduga, para pangkalan itu sengaja tidak menjual ke warga sekitar, karena dipesan atau dijual ke orang lain di luar daerah dengan harga khusus.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

                Hal itu, katanya, dibuktikan dengan pegakuan anak perempuan dari pemilik pangkalan UD Mandiri jika selama ini Mitan kebanyakan dijual ke Mataram. “Tadi kita tanya dan diakui sendiri sama anak perempuannya,” katanya.

                Diakuinya, berdasarkan pemantauan pihak Diskoperindag, sekitar 300 lebih pangkalan Mitan di Kota Bima semuanya bermasalah. Kerap tidak mengutamakan penjualan kepada warga, memainkan harga, dan menjual ke tempat lain dengan harga khusus. “Kita sudah peringati pangkalan nakal, tapi masih juga melakukannya. Nanti kita berikan teguran tertulis kepada mereka ini, kalau masih nakal juga kita rekomendasikan pencabutan ijinnya,” terangnya.

                Saa itu, sekitar dua jam lebih, Ratnaningsih dan tim pemantau mengamati dan memeriksa Mitan pada sejumlah pangkalan di pasar Raya Bima. Kepada pemilik pangkalan, diminta agar mengutamakan penjualan kepada warga sekitar. Dia juga mengingatkan pemilik Mitan agar mematuhi harga penjualan Mitan sesuai HET.

                Selama memantau dan mengamati, tim menemukan dua pangkalan Mitan yang tidak menjual kepada warga. Padahal, mobil tangki Mitan baru saja menyalurkannya. Bahkan, pangkalan tersebut menutup pangkalannya sesaat setelah penyaluran selesai. Mitan disimpan di dalam maupun di luar pangkalan dalam keadaan digembok.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

                Selain itu, ada juga pangkalan yang menjual kepada warga satu drum saja. Sisanya satu drum disimpan dengan alasan tidak jelas. Padahal, warga masih banyak yang ingin membeli. (BE.19)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Tim Puma II Polres Bima Kota mengamankan BBM jenis minyak tanah yang diduga bersubsidi. Mitan yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Satuan Polairud Polres Bima berhasil mengamankan satu unit kapal laut, yang bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan tabung gas elpiji...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Naiknya harga bahan bakar jenis Pertamax tidak mempengaruhi ketersediaan stok jenis Pertamax di sejumlah SPBU di Kota dan Kabupaten Bima.  Pengendara...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Kelangkaan BBM jenis Premium di SPBU Sila Kecamatan Bolo dikeluhkan pengendara roda dua dan empat, Senin (29/6). Akibatnya, para pengendara harus menggunakan...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Memastikan pendistribusian dan harga LPG sesuai HET, Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pemantauan Pendistribusian BBM dan LPG tabung 3 Kg memantau...