Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Asosiasi Peternak Mandiri Meradang

Kota Bima, Bimakini.com.- Sejumlah pengusaha ayam potong lokal Kota Bima yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Mandiri, Selasa (24/4), mendatangi kantor Pemerintah Kota Bima. Mereka bertemu Wali Kota Bima, HM. Qurais, di aula kantor setempat. Mereka meradang. Saat itu, menyampaikan beragam keluhan, antara lain kebangkrutan sejumlah pengusaha akibat anjloknya harga ayam di pasaran.

Sejumlah pengusaha menuding, anjloknya harga ayam itu disinyalir dimainkan oleh PT. Nusantara Inti Satwa (NIS) yang memroduksi dan mendistribusikan ayam di Kota Bima. Akibatnya, mereka saat ini berpeluang “gulung tikar” karena tidak mampu melawan pemodal besar.

Ketua Asosiasi Peternak Mandiri, H. Mustamin, mengaku jumlah anggota saat ini sudah mencapai 60 kelompok, jumlah ayam ternak sekitar 5 ribu ekor per kelompok. Sebagian besar kini sudah dalam keadaan bangkrut, karena anjloknya harga. “Kalau flu burung bagi kami tidak berpengaruh besar terhadap penjualan, tetapi yang menjadi masalah besar yakni anjloknya harga ini,” jelasnya.

Untuk itu, katanya, mereka ingin meminta solusi dan bantuan pemerintah menyelesaikan persoalan itu, sekaligus menyelamatkan para pengusaha lokal. Perusahaan yang dituding diminta ditindak karena menjadi ancaman para pengusaha lokal.

Hal yang sama juga disampaikan Farid, Aekretaris Asosiasi Peternak Mandiri. Katanya, sejak Januari hingga April, pendapatan para pengusaha merosot tajam, karena harga ayam yang dijual jauh dari harga pasaran. Dia menuding perusahaan tertentu terus menekan harga, sehingga para pengusaha lokal tidak ada yang bisa bertahan.

Katanya, harga ayam yang dijual oleh pengusaha mandiri sebenarnya sudah mengikuti harga pasar, tetapi harga itu berubah ketika perusahaan menjual ayam mereka dibawah standar harga pasar. Akibatnya, suka tidak suka harus menjual ayam mengikuti mereka yang menguasai pasar.

Beberapa hari lalu, lanjutnya, Asosiasi Peternak Mandiri sudah bertemu penanggungjawab perusahaan itu difasilitasi Dinas Peternakan. Namun, pertemuan itu tidak membuahkan hasil, karena tidak solusi yang dihasilkan. Dinas dinilai tidak tegas dalam mengambil sikap, sehingga peternak tidak bisa berbuat apa-apa.

“Untuk itu kami datang meminta perlindungan dari Pak Wali agar menyelamatkan para pengusaha lokal,” katanya.

Menjawab hal itu, Wali Kota Bima, HM. Qurais, meminta peternak bersabar dan tidak mengedepankan sikap emosional saat enyelesaikan persoalan. Aspirasi yang disampaikan itu, akan diperhatikan dan dibahas dahulu dengan pimpinan SKPD agar bisa menyimpulkan.

Katanya, tim khusus untuk menyelidiki dan mencari tahu tentang profil perusahaan dan jaringan pemasaran mereka segera bekerja. Dia berjanji pemerintah tetap memerjuangkan nasib para peternak lokal, tetapi  meminta waktu memelajari dahulu semua informasi yang disampaikan warga. (BE.20)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Asosiasi Pegiat Unggas (Sipegas) Kota Bima menggelar kegiatan pemilihan pengurus periode tahun 2021 – 2024, di Aula SMKN 3 Kota Bima,...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Sejumlah peternak unggas di Kota Bima dibuat resah dengan masuknya ayam karkar atau ayam beku dari luar daerah. Kondisi ini pun...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Pedagang sapi asal Kecamatan Bolo dan Madapangga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima  agar Rapid Test gratis. Permintaan itu menyusul tingginya biaya...

Peristiwa

Bima, Bimakini.com.- Walaupun mendapatkan bantuan air untuk MCK dari anggota Polres Bima Kabupaten, pekan lalu, masyarakat Desa Samili Kecamatan Woha menggangapnya belum maksimal. Air...

Opini

Oleh:Andi Admiral Beberapa minggu terakhir, rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar telah menimbulkan sikap pro dan kontra di...