Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Bakar Gudang Toko Bangunan Karena Dendam

Kota Bima, Bimakini.com.- Apa alasan pelaku pembakaran Toko bangunan Nabila, milik Murdiyanto di jalan Gatot Soebroto Kelurahan Sadia, Selasa (10/4) sekitar pukul 22.00 Wita? Rupanya hanya karena alasan dendam.  Toko itu sengaja dibakar oleh Ferdi (17), mantan karyawan setempat karena dendam  setelah dipecat beberapa jam sebelumnya. Akibatnya, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Api merambat cepat hingga menghanguskan bangunan lantai dua itu dan seisinya.  Berkat gerak cepat petugas pemadam kebakaran Kota Bima, api bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan saat itu. Proses pemadaman sedikit terganggu, karena konsentrasi masyarakat yang ingin menyaksikan lebih dekat.

Pemilik toko Nabila, Murdiyanto, menceritakan kebakaran itu dilakukan secara sengaja oleh mantan karyawannya, Ferdi, yang sudah lima bulan bekerja dengannya. Sebelum kebakaran itu terjadi, dia memergoki pemuda itu mengambil uang tunai senilai Rp8,5 juta dari laci kasir tokonya, namun aksi itu bisa digagalkannya.

Akibat ulahnya itu, Ferdi dipecat. “Saya menangkap tangan dia mau mengambil uang saya, akibatnya saya pecat dia, kuatir ke depan dia akan melakukan hal yang sama sehingga saya merugi,” ungkapnya.

Katanya, kemungkinan karena pemecatan itu, Ferdi lalu membakar gudang toko bangunannya di lantai dua. Dia mengaku tidak mengetahui darimana Ferdin masuk ke dalam tokonya. Pada saat kejadian, masih berada di dalam toko dan menyeretnya keluar. “Setelah saya menyeret dia keluar, masyarakat yang sudah ramai langsung menghakiminya, beruntung saat itu ada beberapa aparat Kepolisian yang langsung mengamankan ke kantor Kepolisian, sementara saya sibuk memadamkan api,” ungkapnya.

Diceritakannya, saat api mulai menyala bersama anak dan istrinya sedang berada di dalam rumah, tetapi tidak menyadari kebakaran itu. Dia baru mengetahuinya setelah tetangga berteriak dan mengamankan keluarganya ke rumah tetangga terdekat.

Katanya, saat mengeluarkan mobil dari bagasi, memergoki Ferdi sedang bersembunyi di tembok rumahnya. Keduanya pun sempat bersitegang, tetapi remaja itu berhasil diringkusnya karena hendak melarikan diri.

“Saat itu saya lalu menyerahkannya kepada warga untuk diamankan karena menduganya sebagai pelaku. Setelah itu, saya mengamankan sejumlah barang dan tidak memedulikannya lagi,” jelasnya di Sadia, Selasa malam.

Warga Kelurahan Sadia, Abdulah, mengaku  saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Kebakaran itu tidak diketahuinya, namun mendengar teriakan minta tolong dan kebakaran dari pemilik toko.

Saat itu, bersama warga langsung membantu. Namun, merasa kesulitan memadamkan api, karena kebakaran berada di lantai dua toko bangunan. Untungnya, petugas pemadam kebakaran cepat tiba di lokasi.

Pantauan Bimakini.com.-, sejumlah warga yang berkerumun erlihat panik karena kuatir api merambat ke rumah lainnya. Pada sekitar areal itu pun semua lampu dan aliran listrik lalu dipadamkan untuk menghindari menjalarnya api.

Beberapa orang pemuda sempat nekat menaiki atap teras lantai satu untuk memadamkan api sesaat ketika mobil pemadam pergi mengisi ulang air. (BE.20/BE.18)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait