Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Drg Yuny: Polisi dan Densus 88 Objektif sekali

Kota Bima,Bimakini.com.-Ini pengakuan drg Yuny Ardhie mengenai kronologis penangkapan dan kondisi selama diamankan Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri. Pengakuan ini diceritakannya kepada wartawan di kediamannya, Kelurahan Pane Kota Bima, Minggu siang.

Dia mengaku ditangkap Densus 88 Jumat (13/4) sekitar pukul 15.15 Wita. Saat itu berangkat dari rumah dengan sepeda motor hendak shalat Ashar di Masjid Al-Muwahidin Kota Bima. Beberapa meter dari rumah, dia langsung disergap oleh Densus 88.

Ada dua mobil yang  dilihatnya dipakai oleh Densus saat itu. “Orang Densus banyak, ada dua mobil yang dipakai saat itu,”  kenang Yuny.

Peristiwa penangkapan itu berlangsung cepat. Oleh aparat Densus, langsung ditangkap, tangannya diikat, dan matanya ditutup. Yuny lantas dimasukkan dalam mobil, sedangkan Ridho alias Kamaluddin, dimasukkan pada mobil lainnya. “Saya sempat menanyakan kenapa saya ditangkap, orang Densus bilang, ikut saja,” katanya.

 Sejak penangkapan hingga dibawa ke Jakarta, dia mengaku, tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi dengan Ridho. Hanya melihat sejenak ketika naik pesawat menuju Jakarta yang dikawal oleh masing-masing Densus 88.

Proses pemberangkatan ke Jakarta, lanjut Yuny, sebelumnya melalui jalan darat ke Sumbawa, Jumat malam. Tiba di Sumbawa Besar, Sabtu (14/4) pagi. Lantas siangnya sekitar pukul 14.00 Wita, naik pesawat dari Sumbawa dan transit ke Mataram.

Kemudian dari Mataram langsung menuju Jakarta menggunakan pesawat. “Kita dikawal biasa aja, naik pesawat juga bersama penumpang lain, karena pesawat yang dipakai bukan pesawat khusus,” katanya.

Dia mengaku, tidak ada perlakuan kasar dari aparat sejak penangkapan hingga dibebaskan. Aparat bersikap objektif dan tetap memberikan hak-haknya.

            Selama diamankan, Yuny mengaku banyak diberikan nasihat oleh pihak Kepolisian agar lebih berhati-hati menerima orang, hati-hati menerima barang, dan lainnya. “Polisi dan Densus 88 objektif sekali. Tidak memaksakan kehendak, kalau orang tidak salah ya tidak dinyatakan salah. Saya cukup puas dengan itu,” katanya.

    Peristiwa yang dialaminya, dianggapnya bagian dari episode kehidupannya. Yuny akan melaksankan kesehariannya melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan gigi. “Mulai Senin ini saya akan membuka praktik seperti biasa,” tandasnya.

    Kepada masyarakat, Yuny berharap objektif melihat persoalan yang dialaminya. Informasi dalam internet yang mengaitkan keterlibatan dirinya dengan  jaringan terorisme, dibantahnya. Dia menegaskan, jika dirinya tidak terlibat atau bergabung dengan kelompok tertentu.

“Itu semua tidak benar, saya tidak pernah ada kegiatan-kegiatan tertentu. Saya tidak pernah begabung dalam jaringan apapun. Kegiatan saya hanya melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan,” terang Yuny. (BE.19)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Beberapa hari ini beredar di Media Sosial (Medsos) Facebook bahwa Kapolsek Bolo, AKP. Hanafi Jr menerima uang untuk penyelesaian kasus, informasi tersebut...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Enam orang diduga pestas sabu ditangkap, Rabu (16/11/2016) pukul 16.50 Wita di kosa-kosan pertama Rt 09 RW 03 Kelurahan Lewirato Kecamatan...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.-  Jajaran Polres Bima Kota berhasil mengamankan kendaraan yang mengangkut pupuk bersubsidi, Senin (26/9) di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Pupuk itu...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.- Maraknya penjual petasan saat  bulan Ramadan   menjadi atensi aparat Kepolisian. Selain meresahkan masyarakat yang sedang beribadah, juga membahayakan.

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.com.-  Kontroversi pembagian los pasar Tente semakin meruncing saja. Pembahasan yang berkali-kali dilakukan, belum menemukan titik temu penyelesaian. Aksi demo saling menyuarakan aspirasi...