Dari Redaksi

Harapan Ulama

Ketegangan yang kini melingkupi kasus perusakan sekretariat HMI Bima memancing respons dari berbagai kalangan. Akademisi, pemerhati pemuda, dan ulama prihatin karena bisa menguras energi seharusnya bisa diekspresikan dalam bentuk maksimalisasi peran masing-masing. Pemuda sebagai aset dan bahan baku masa depan selayaknya dijaga pergerakannya, didukung agar menemukan élan vital perjuangannya sehingga berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Namun, ada satu tilikan yang menjadi fokus perhatian ulama, yakni kontroversi itu melibatkan  organisasi berbasis Islam dan kelompok masyarakat Muslim juga. Artinya, sesungguhnya “pelaku utama” dari dinamika yang kian tidak cerdas ini adalah umat Islam itu sendiri. Kekuatiran ulama sangat bisa dipahami. Ketegangan antarumat bisa memercikkan citra negatif Islam sebagai warna dominan di daerah ini. Oleh karena itu, perlu dicari solusi terbaik yang melegakan sehingga bisa keluar dari lilitan persoalan. Ditambah lagi, melibatkan kaum muda.

Nah, dalam konteks ini, harapan tokoh agama Kota Bima, HM. Adnin, SQ, MPd.I, wajar aja. Ketegangan antara HMI Bima dan kelompok warga Mande diharapkan mampu diselesaikan dalam semangat keimanan dan akidah. Kasus ini dikuatirkan menimbulkan perpecahan di antara umat Islam. Islam mesti diekspresikan sesuai misinya sebagai rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil alamin). Itu berarti, segala sesuatu yang berseberangan dengan semangat misi itu bisa menghalangi langkah.

Tentu saja harapan ulama adalah dambaan kita semua. Buncahan yang sama, kita yakini  juga melingkupi suasana batin masyarakat Mbojo. Semoga saja ada percepatan respons dari berbagai elemen dan melihat kasus ini sebagai hal yang bisa memicu ketidakharmonisan. Selayaknya kita tidak menganggap persoalan itu sepele, karena ada ‘kekuatan tersembuyi’ yang bisa menyeruak ke permukaan kapan dan dimana saja. Apalagi, jika bercampur dengan tendensi politik atau dipolitisasi.

Dengan kata lain, semoga saja ada jalan lain yang bisa dicapai dengan cara hasanah, misalnya menuntaskannya secara damai (islah). Seperti kata ulama, sangat indah jika persoalan yang dihadapi diselesaikan dalam landasan keimanan dan akidah. Semoga. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top