Ekonomi

Infrastruktur Jalan Ekonomi di Soromandi Didesak Dibenahi

Bima, Bimakini.com.- Warga Kecamatan Soromandi mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima secepatnya membangun infrastruktur jalan ekonomi pada beberapa desa, seperti Desa Kananta, Bajo, Sai, dan beberapa desa lainnya. Akses jalan itu, sebelumnya sudah dirintis melalui PNPM PISEW. Namun, kelanjutan perbaikan akses jalan itu belum ada.

Warga Desa Sampungu, Syarif, S.PdI, mengatakan, perbaikan jalan itu penting untuk memudahkan petani mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Tidak hanya itu, warga meminta agar percepatan pengaspalan jalan lingkar agar beberapa desa di Kecamatan Soromandi tidak terisolasi.

Dia meminta Pemkab Bima secepatnya membenahi jalan lingkar itu, karena kondisinya kian parah. Padahal, berbagai hasil pertanian akibat pembukaan jalan itu hasilnya meningkat.  “Namun, karena akses jalan belum baik, sehingga petani harus menjual hasil di Kota Bima, tentu biayanya sangat mahal,” ujarnya di Kelurahan Penaraga Kota Bima, Kamis (19/4).

Hal senada dikemukakan Camat Soromandi, M Yusuf, S.Sos. Katanya, infrastruktur jalan pada tiga desa itu panjangnya masing-masing sekitar 10 kilometer (Km). Jalan ekonomi itu bisa menghubungkan lokasi pertanian dan perkebunan antarwilayah desa, sehingga warga tidak lagi memikul hasil pertanian, tetapi bisa menggunakan jasa ojek, kendaraan, dan lainnya.

“Paling tidak kalau akses jalan ekonomi sudah diperbaiki maka hasil pertanian dan perkebuan akan bernilai tinggi, karena pembeli mudah melewati jalan yang telah dibangun,” ujarnya di Jatiwangi, Kamis (19/4).

Akses jalan ekonomi, kata dia, diperlukan pada setiap desa, meski harus dipilah dan dipilih yang lebih diperioritaskan. Namun, untuk tiga desa itu perlu diperioritaskan dengan volume pengerjaan dengan menggunakan alat berat bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Kita berharap infrastruktur jalan ekonomi pada ketiga itu bisa direalisasikan untuk tahun ini dan paling lambat tahun depan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata dia, warga juga berharap ada program peningkatan ekonomi produkstif mengembangkan industri rumah tangga, seperti tenunan khas Donggo dan Soromandi yang merupakan khas Bima. Kalau tidak diperhatikan terus lama kelamaan akan punah karena itu perlu terus dilestarikan. Namun kendala utama selain minimnya modal, tetapi juga keterampilan.

Padahal, katanya, mereka juga telah membentuk beberapa kelompok usaha kecil dan bakulan. Namun, belum ada perhatian untuk mengembangkan usaha agar lebih maju lagi. (BE.13)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top