Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

IPM Kota Bima Peringkat Kedua Tingkat NTB

Kota Bima, Bimakini.com.-

Secara makro, pencapaian pada aspek perekonomian, Kota Bima berhasil mengarahkan program-program kerja sesuai visi dan misi sebagai kota bisnis, perdagangan, dan jasa. Hal itu menempatkan Kota Bima sebagai peringkat kedua dari 10 kabupaten dan kota  di NTB dalam pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Demikian disampaikan Wali Kota Bima, HM. Qurais, saat upacara puncak peringatan Hari Jadi ke-10 Kota Bima, Selasa (10/4), di halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.

Pencapaian itu, jelas Qurais, dapat dilihat dari parameter perekonomian. Di antaranya kemampuan Kota Bima menekan angka inflasi jauh dibawah ambang batas toleransi secara konstan sejak beberapa tahun terakhir, berefek positif pada peredaraan uang yang relatif tinggi dan dinamis. Kemampuan daya beli masyarakat relatif stabil (disparitas), dan pesatnya pertumbuhan titik ekonomi baru.

Selain itu, paparnya, industri jasa perbankan yang menggeliat, pembenahan infrastruktur jasa, sehingga sektor jasa dan perdagangan  berkontribusi dominan terhadap pembentukan PDRB Kota Bima. Kondisi itu telah memberikan keuntungan bagi Kota Bima, yakni menjadi daerah aman bagi iklim investasi dengan prospek menjanjikan.

Indikator lain dari peningkatan IPM Kota Bima, lanjut Qurais, yakni angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, tingkat melek huruf, dan daya beli masyarakat. Selain itu, grafik angka kemiskinan secara global menunjukan trend penurunan tajam, yakni 12,8 persen dibandingkan tahun 2008 sebesar 14,38 persen.

Menurutnya, angka tersebut merupakan angka kemiskinan yang paling rendah di antara semua kabupaten dan kota se-NTB. Kota Bima merupakan satu-satunya daerah yang memiliki keberhasilan menekan angka kemiskinan dibawah rata-rata nasional, yakni sebesar 13,3 persen.

“Tentu saja hal ini akan kita lanjuti dengan peningkatan kualitas dan kelayakan hidup masyarakat secara integral di masa dating, sehingga masyarakat Kota Bima akan tetap memegang satu prinsip yakni kaya bermanfaat dan miskin bermartabat,” ujarnya. (BE.20)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait